Untung Rugi Perminas Garap Logam Tanah Jarang di Gabon

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom mengungkapkan keuntungan dan kekurangan dari upaya pemerintah menjalin kolaborasi dengan New Energy Metals Holdings Ltd (NEM) untuk mengembangkan ekosistem logam tanah jarang (LTJ).

Adapun, kolaborasi itu dilakukan lewat PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas bersama Danantara. Kerja sama itu mencakup evaluasi potensi sumber daya niobium dan LTJ Maboumine di Republik Gabon, sekaligus inisiatif hilirisasi di Indonesia.

Melalui kemitraan ini, Indonesia diproyeksikan berperan sebagai platform pemrosesan hilir, manufaktur, dan integrasi industri. Kolaborasi tersebut mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari pemisahan, pemurnian, produksi logam, hingga manufaktur magnet permanen berkinerja tinggi.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, perjanjian itu membuat Perminas di bawah Danantara mendapat akses LTJ dari Gabon untuk campuran industri pertahanan dan produk elektronik.

Menurutnya, terdapat tantangan dari segi teknis dan permodalan terkait pengelolaan LTJ di Indonesia. Oleh karena itu, mengelola LTJ di Gabon dinilai lebih murah.

Apalagi, Indonesia bukan negara yang punya cadangan LTJ melimpah. Selain itu, sebagian besar LTJ di Indonesia masih dalam tahap eksplorasi. 

Kendati demikian, Bhima berpendapat kerja sama Perminas dengan NEM berpotensi membuat Indonesia sebagai importir LTJ saja.

"Tapi keputusan BUMN di Gabon membuat Indonesia sebenarnya hanya jadi importir rare earth [LTJ] tanpa punya hilirisasi mineral sejenis di dalam negeri," tutur Bhima kepada Bisnis, Rabu (18/2/2026).

Menurut Bhima, kerja sama tadi bisa menguntungkan kalau terjadi transfer teknologi ke BUMN yang mengurus hilirisasi. Oleh karena itu, dia menilai kerja sama dengan NEM idealnya dilakukan oleh MIND ID alih-alih Perminas.

Pasalnya, MIND ID lebih memiliki pengalaman panjang di sektor mineral. Bhima pun menekankan, seharusnya Danantara lebih fokus memperbaiki tata kelola mineral yang sudah ada seperti nikel dan bauksit.

"Danantara fokus saja memperbaiki tata kelola mineral yang sudah ada seperti nikel dan bauksit dengan persoalan harga, kapasitas produksi, hingga mengurangi dampak lingkungan dari sumber energi smelter," ucap Bhima.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bhaktiar berpendapat, kerja sama antara Perminas dan NEM bisa memberi akses awal terhadap sumber daya LTJ yang strategis untuk industri baterai, kendaraan listrik, dan teknologi tinggi. 

"Kita Indonesia berpotensi mengamankan pasokan bahan baku sekaligus membangun kapasitas hilirisasi di dalam negeri sehingga tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain dalam rantai pasok global mineral kritis," ucap Bisman.

Dia menuturkan, cadangan LTJ Indonesia masih terbatas dan umumnya berupa mineral ikutan, sementara Gabon dikenal memiliki potensi LTJ yang signifikan dan terintegrasi. 

Menurut Bisman, kolaborasi di luar negeri ini bisa jadi merupakan strategi untuk pengamanan pasokan agar Indonesia tidak bergantung pada satu sumber atau negara tertentu.

Terlebih, permintaan LTJ global terus meningkat karena kebutuhan transisi energi dan untuk kendaraan listrik serta industri pengembangan energi baru terbarukan (EBT). 

"Jika dikelola dengan transfer teknologi dan pembangunan fasilitas pemrosesan di dalam negeri, prospeknya cukup menjanjikan baik dari sisi nilai tambah industri maupun posisi tawar Indonesia dalam geopolitik mineral kritis," tutur Bisman.

Baca Juga

  • Danantara dan Perminas Garap Ekosistem Logam Tanah Jarang Indonesia-Gabon
  • BIM Usulkan Perminas Garap Tambang Logam Tanah Jarang di Mamuju
  • BIM Segera Bangun Pilot Project Hilirisasi Logam Tanah Jarang di Mamuju

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Kucurkan Rp72 Miliar untuk Salurkan Daging Sapi kepada Korban Bencana Aceh
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Pelatih Klub Belanda Sampai Terkagum-kagum, Striker Berdarah Depok Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Setelah 2 Bulan Lebih di Pengungsian, Kepala Desa Meunasah Raya Ungkap Warga Ingin Kembali ke Rumah
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Warga Muhammadiyah Laksanakan Salat Tarawih Perdana, Sambut 1 Ramadan 1447 H | KOMPAS PAGI
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Italia Hibahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia, Ini Skemanya
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.