Masjid Istiqlal menggelar salat Tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu (18/2) malam. Jemaah memadati area masjid sejak selepas Isya untuk ikut melaksanakan salat Tarawih berjemaah.
Pantauan kumparan di lokasi pada pukul 20.30 WIB, saf Masjid Istiqlal terisi hingga lantai tiga. Jemaah begitu khusyuk melaksanakan salat Isya yang kemudian dilanjutkan tausiah oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan tema “Ramadan Hijau, Ramadan Bersama”.
Suasana masjid terlihat tertib dengan jemaah yang datang dari berbagai wilayah, termasuk perantau yang menjalani Ramadan di Jakarta.
Sisilia (20), mahasiswa perantau asal Manado, Sulawesi Utara, mengaku baru pertama kali menjalani Tarawih di Masjid Istiqlal sejak merantau ke ibu kota.
“Sekarang sih pertama kali aku ngerasanya kayak nyaman, terus adem juga di sini, jadi kayak oke banget untuk Tarawih di sini sih,” ujarnya.
Ia mengatakan keputusannya datang ke Istiqlal lebih karena keinginan pribadi untuk merasakan suasana ibadah di masjid terbesar di Indonesia tersebut.
“Jujur, aku sih tiba-tiba kepikiran buat Tarawih di Istiqlal aja sih. Kebetulan kan aku tinggalnya di Grogol, tapi emang kayak pengin deh ke sini,” katanya.
Sisil menilai suasana ibadah di Istiqlal berbeda dibandingkan pengalaman sebelumnya di daerah asalnya.
“Iya suasananya lumayan beda sih, apalagi gede ya masjidnya. Terus aku merasa di sini tempatnya nyaman juga, benar-benar nyaman buat beribadah,” ucapnya.
Jemaah lain, Fanny (29), warga asal Maluku Utara yang kini menetap di Jakarta, mengaku sudah tiga tahun berturut-turut menjalankan Tarawih di Istiqlal.
“Yang paling pertama sih vibes-nya ya, suasananya, karena nggak semua masjid di Jakarta itu kan punya vibes yang sama kayak di Istiqlal, terus selain itu juga pembawa salatnya,” ujarnya.
Fanny juga menilai, fasilitas di masjid terbesar di Indonesia itu membuat jemaah merasa lebih nyaman beribadah.
“Kalau di sini kan fasilitasnya lengkap ya, tempatnya luas, jadi walaupun rame tetap enak buat ibadah,” katanya.
Ia menilai Tarawih tahun ini terasa sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya dari segi kepadatan jemaah.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya sih lebih ramai ya, lebih padat, lebih crowded gitu. Itu sih bedanya sih yang aku liat,” katanya.
Meski demikian, ia tetap berharap Ramadan tahun ini berjalan lancar bagi seluruh umat Muslim.
“Untuk Ramadan tahun ini semoga ibadah kita semua lancar, dilancarkan fisiknya, hatinya, mentalnya, imannya. Semoga semuanya berjalan dengan lancar sampai di Lebaran nanti,” tuturnya.




