Pengusaha Konveksi Mulai Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran 2026

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Industri pakaian dalam negeri mulai mendapatkan lonjakan permintaan menjelang momentum Hari Raya Lebaran 2026. Pelaku usaha konveksi mencatat peningkatan pesanan yang signifikan dalam 2 bulan terakhir, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Ketua Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) Nandi Herdiaman mengatakan bahwa tren kenaikan pesanan tahun ini jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini dinilai menjadi sinyal positif bagi pelaku industri kecil dan menengah yang sempat menghadapi tekanan sepanjang tahun sebelumnya.

“Untuk pesanan order di tahun ini lumayan ada kenaikan, dari mulai 2 bulan terakhir ada peningkatan kisaran 60% dari tahun lalu,” kata Nandi kepada Bisnis, Rabu (18/2/2026).

Tak hanya dari sisi produksi, geliat pasar juga mulai terlihat di sejumlah pusat perdagangan tekstil dan pakaian. Aktivitas belanja masyarakat di pasar tradisional dan sentra grosir menunjukkan peningkatan, terutama menjelang puncak musim belanja Ramadan.

Beberapa lokasi seperti Tanah Abang di Jakarta dan Pasar Andir di Bandung disebut mengalami lonjakan jumlah pengunjung. Peningkatan trafik pembeli ini memberi dorongan tambahan bagi pedagang ritel maupun produsen konveksi.

“Untuk di pasar offline sudah mulai kelihatan menggeliat, contohnya di Tanah Abang dan di Pasar Andir Bandung, pengunjung ada peningkatan kisaran 30%,” tuturnya.

Baca Juga

  • Pengusaha Konveksi Teriak Barang Impor di E-Commerce Kelewat Murah
  • Krisis Penjahit Hantui IKM Konveksi Jelang Ramadan 2026
  • Rencana BUMN Tekstil Baru, Pengusaha Konveksi: Berantas Impor Ilegal Lebih Mendesak

Meski demikian, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama di ranah pemasaran daring. Persaingan dengan produk impor murah di platform e-commerce serta keterbatasan permodalan saat permintaan meningkat menjadi hambatan yang perlu segera diatasi. 

Pelaku industri berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas pasar, baik online maupun offline, setelah momentum Lebaran agar pertumbuhan ini dapat berlanjut secara berkelanjutan.

“Kami berharap setelah Lebaran pemerintah menjaga market, baik di online atau di offline,” tutupnya. 

Sebelumnya, IPKB juga mengeluhkan regulasi perdagangan di platform e-commerce yang dinilai tidak adil. Pasalnya, barang-barang impor dapat mudah dipasarkan dengan harga murah. 

Nandi juga menilai, masifnya produk impor yang dijual dengan harga murah di e-commerce membuat IKM sulit untuk bersaing.

“Sudah seharusnya platform online sebagai tempat penjualan ini memiliki regulasi yang jelas untuk memastikan harga yang fair dan tidak jomplang,” kata Nandi dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026). 

Saat ini, regulasi terkait tata niaga impor tekstil dan produk tekstil (TPT) telah diatur dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian. 

Namun, Nandi menilai masih banyak produk impor yang dijual di e-commerce dengan harga yang tidak masuk akal yang membuat IKM tidak dapat bersaing dan akhirnya mengalami kerugian.

Tak hanya itu, menurut dia, pasar tradisional juga perlu diperhatikan karena banyak pasar offline yang tutup dan sepi pengunjung karena pergeseran konsumen ke online.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk mengawasi e-commerce dan memastikan bahwa platform online memiliki regulasi yang jelas untuk melindungi IKM. Kami juga berharap agar pemerintah dapat memberikan dukungan kepada IKM untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing mereka,” tuturnya. 

Adapun, platform online telah menjadi 85% market penjualan sehingga sangat penting bagi pemerintah untuk mengawasi dan memastikan bahwa semua pihak dapat bersaing dengan adil. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pusat Jual Takjil hingga Jelang Buka Puasa Jadi Jam Rawan Macet Selama Ramadhan, Polisi Lakukan Ini
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
• 11 jam laludewiku.com
thumb
Kurs Rupiah 18 Februari 2026 Ditutup Melemah Imbas Konflik Iran-AS
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Juventus Tersungkur, Galatasaray Menang Telak 5-2 di Liga Champions
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tegur Remaja Tawuran, Buruh di Karawang Tewas Dibacok
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.