Perwakilan Korporasi Migor Dituntut 15 Tahun Penjara di Kasus Suap Hakim

detik.com
1 hari lalu
Cover Berita
Jakarta -

Perwakilan pihak korporasi Wilmar Group, Permata Hijau Group, dan Musim Mas Group, M Syafei dituntut 15 tahun penjara. Jaksa menyakini Syafei bersalah memberikan suap ke hakim terkait vonis lepas perkara minyak goreng (migor) secara bersama-sama dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"(Memohon majelis hakim) Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa M Syafei dengan pidana penjara selama 15 tahun," kata jaksa saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Baca juga: Tuntutan Jaksa ke Junaedi Saibih di Kasus Migor: 9 Tahun Penjara-Dipecat Dari UI

Jaksa menuntut Syafei dengan denda Rp 600 juta subsider pidana kurungan selama 150 hari. Jaksa juga menuntut Syafei membayar uang pengganti Rp 9.333.333.333 (9,3 miliar) subsider 5 tahun kurungan.

"Membebankan terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 9.333.333.333," ujar jaksa.

"Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda lagi yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka terdakwa dijatuhi dengan pidana penjara selama 5 tahun," imbuh jaksa.

Jaksa mengatakan perbuatan Syafei tidak mendukung program pemerintah dalam rangka penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kemudian, telah mencederai kepercayaan masyarakat khususnya terhadap institusi lembaga peradilan.

Baca juga: Dituntut 17 Tahun Bui di Kasus Migor, Ariyanto: Ada yang Mau Hancurkan RI

Jaksa menilai perbuatan Syafei juga mencederai etika profesi hakim yang mewajibkan hakim bertindak adil, jujur, tidak memihak, profesional, dan menjaga martabat. Lalu, Syafei selaku pemberi suap telah menikmati hasil tindak pidana suap.

"Hal-hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan bersikap sopan di persidangan," ujar jaksa.

Jaksa menyakini M Syafei bersalah melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP, dan Pasal 607 ayat 1 huruf a UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP.

Dalam kasus ini, M Syafei selaku perwakilan pihak korporasi Wilmar Group, Permata Hijau Group, dan Musim Mas Group didakwa memberikan suap Rp 40 miliar ke hakim bersama tiga terdakwa lain, yakni Ariyanto, Juanedi Saibih, serta Marcella Santoso. Jaksa juga mendakwa Marcella, Ariyanto, dan M Syafei melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).




(mib/wnv)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AHY Umumkan Annisa Pohan Hamil 7 Bulan: Insyaallah Kalau Lahir Shio-nya Kuda Api
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Warga Keluhkan Lapangan Padel di Cilandak Bising Seharian: Bikin Nggak Fokus
• 6 jam laludetik.com
thumb
Elon Musk Ramal Coding akan Punah Tahun Ini
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Trump Terima Kasih RI Kirim Pasukan ke Gaza, Puji Kepemimpinan Prabowo
• 2 jam laludetik.com
thumb
Dedi Mulyadi, Ainul Dan 365 Hari Kepemimpinan
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.