FAJAR, JAKARTA — Kegagalan Persib Bandung di ajang AFC Champions League Two (ACL Two) 2025/2026 berpotensi memengaruhi peta persaingan domestik. Di saat Maung Bandung tersingkir dari Asia, rival abadinya, Persija Jakarta, justru melihat peluang untuk melancarkan “kudeta” di papan atas klasemen Super League.
Persib memang menang 1-0 atas Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, berkat gol Andrew Jung. Namun kekalahan 0-3 di leg pertama membuat agregat berakhir 1-3 dan memastikan langkah Pangeran Biru terhenti.
Menang, Tapi Tersingkir
Sejak menit awal, Persib tampil agresif. Gol cepat Berguinho dianulir karena offside. Andrew Jung akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-39 setelah memanfaatkan umpan Alfeandra Dewangga.
Petaka datang jelang turun minum. Uilliam Barros diganjar kartu merah usai tekel keras terhadap Jonathan Khemdee. Bermain dengan 10 orang membuat Persib kesulitan menambah gol untuk mengejar defisit agregat.
Di babak kedua, pelatih Bojan Hodak memasukkan Layvin Kurzawa dan Beckham Putra guna meningkatkan daya serang. Peluang emas sempat hadir lewat Thom Haye dan Kurzawa, namun tak ada gol tambahan tercipta.
Skor 1-0 bertahan hingga akhir laga—tidak cukup untuk menyelamatkan langkah Persib di kompetisi Asia.
Persija Siap Manfaatkan Momentum
Di tengah kekecewaan Persib, Persija Jakarta justru dalam posisi menguntungkan di kompetisi domestik. Macan Kemayoran kini berada di peringkat ketiga dengan 44 poin, hanya terpaut tiga angka dari Persib di puncak klasemen.
Gelandang serang Persija, Allano Lima, menegaskan kesiapan timnya menghadapi laga kandang melawan PSM Makassar di Jakarta International Stadium.
“Kami sangat percaya diri. Bermain di kandang berarti kami harus mencetak gol. Kami tahu cara bermain dengan dukungan fans,” ujar Allano.
Ia juga mengajak The Jakmania memadati stadion untuk memberi dorongan penuh.
Fokus Terbelah Jadi Tantangan Persib
Kegagalan di ACL Two bisa berdampak dua sisi bagi Persib:
Mental terpukul usai gagal melangkah lebih jauh di Asia.
Fokus penuh ke liga domestik tanpa gangguan jadwal internasional.
Namun dalam jangka pendek, kondisi fisik dan psikologis pemain bisa menjadi faktor krusial. Bermain di level Asia dengan intensitas tinggi tentu menguras energi.
Persija berpeluang memanfaatkan momentum ini, apalagi mereka relatif lebih stabil dan tidak terbebani jadwal kontinental.
Rivalitas Memanas
Persaingan klasik Persib vs Persija kembali menemukan babak baru. Jika Macan Kemayoran mampu konsisten dan memaksimalkan laga kandang, peluang menggeser Maung Bandung dari puncak klasemen terbuka lebar.
Kini pertanyaannya:
Apakah Persib mampu bangkit dan menjaga posisi teratas?
Ataukah Persija berhasil melancarkan kudeta di saat rivalnya sedang goyah?
Kompetisi domestik memasuki fase krusial—dan setiap poin bisa menjadi penentu.





