Presiden FIFA Tegaskan tidak Ada Ruang untuk Rasisme

mediaindonesia.com
19 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN FIFA, Gianni Infantino, kembali mengeluarkan pernyataan tegas terkait integritas sepak bola dunia. Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang sedikit pun bagi praktik rasisme, baik di dalam stadion maupun di tengah masyarakat luas.

Pernyataan keras ini menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica. 

Dalam pertandingan tensi tinggi tersebut, atmosfer kemenangan Los Blancos sempat ternoda oleh aksi diskriminasi di atas lapangan.

Baca juga : Skandal Rasisme di Liga Champions: Vinicius Junior Pimpin Real Madrid Walk Out di Markas Benfica

“Tidak ada tempat untuk rasisme dalam olahraga kita dan dalam masyarakat. Kita membutuhkan semua pihak terkait untuk mengambil tindakan dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab,” ujar Infantino dalam keterangan resminya.

Kronologi di Estadio da Luz

Insiden bermula sesaat setelah Vinicius Junior mencetak gol semata wayang yang membawa Real Madrid unggul 1-0 atas tuan rumah. 

Namun, perayaan gol tersebut berubah menjadi ketegangan ketika pemain asal Brasil itu melaporkan dugaan tindakan rasis yang dilakukan oleh pemain Benfica, Gianluca Prestianni.

Baca juga : Benfica vs Real Madrid: Gol Indah Vinicius Jr Bawa Real Madrid Tekuk Benfica, Mourinho Kena Kartu Merah

Merespons laporan tersebut, wasit Francois Letexier segera menghentikan pertandingan selama beberapa menit. Letexier langsung mengaktifkan protokol antirasisme resmi UEFA, sebuah langkah yang mendapat apresiasi khusus dari Infantino.

“Saya terkejut dan sedih melihat dugaan insiden rasisme terhadap Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid,” tulis Infantino melalui unggahan di media sosial, Kamis (18/2) waktu setempat.

Komitmen Tanpa Kompromi

Infantino menekankan bahwa perlindungan terhadap pemain, ofisial, dan suporter adalah prioritas utama FIFA. 

Ia mengingatkan bahwa federasi sepak bola dunia terus berkomitmen memerangi rasisme melalui berbagai inisiatif global, seperti kampanye Global Stand Against Racism dan pembentukan Player Voice Panel.

Lebih lanjut, ia meminta seluruh pemangku kepentingan di dunia sepak bola untuk tidak menutup mata dan bertindak tegas terhadap segala bentuk diskriminasi. 

Baginya, kasus yang menimpa Vinicius ini harus menjadi momentum untuk memperkuat penegakan aturan di lapangan hijau.

Di tengah persaingan ketat klub-klub besar Eropa, termasuk rivalitas Madrid dengan Barcelona yang kini diperkuat pemain pinjaman Manchester United, Marcus Rashford, sportivitas tetap menjadi harga mati.

Menutup pernyataannya, Infantino kembali menyuarakan pesan yang konsisten ia dengungkan di panggung dunia. 

“Saya akan selalu terus mengulanginya: Tidak untuk rasisme! Tidak untuk segala bentuk diskriminasi!” pungkasnya. (Ant/Z-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menham Pigai Serahkan RUU Masyarakat Adat ke DPR: Rakyat Adat Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Tradisi Seabad, Tarawih 23 Rakaat di Ponpes Mambaul Hikam Blitar Tuntas dalam Tujuh Menit
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Ahmad Sahroni Kembali Jabat Posisi Wakil Ketua Komisi III DPR
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkot Solo Akan Sanksi Pegawai Kelurahan yang Posting Dokumen Rio Haryanto
• 10 jam laludetik.com
thumb
Kemenhub Ungkap Identitas Pilot Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Nunukan
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.