Kembalinya Sang Ratu, Ronda Rousey Tantang Gina Carano dalam Superfight MMA

mediaindonesia.com
18 jam lalu
Cover Berita

DUNIA seni bela diri campuran (MMA) dikejutkan dengan pengumuman kembalinya salah satu ikon terbesar mereka. Mantan juara kelas bantam putri UFC, Ronda Rousey, secara resmi mengakhiri masa pensiunnya setelah 10 tahun absen untuk menghadapi sesama pelopor MMA putri, Gina Carano.

Pertarungan yang dijuluki sebagai salah satu duel terbesar dalam sejarah olahraga bela diri putri ini tidak akan berlangsung di bawah bendera UFC. 

Alih-alih, laga ini dipromotori oleh Most Valuable Promotions milik Jake Paul. Keduanya dijadwalkan bertemu di Intuit Dome, Los Angeles, pada 16 Mei mendatang.

Baca juga : Fit 100 Persen, Conor McGregor Guncang Kembali Octagon UFC

Duel Dua Generasi Pelopor

Ronda Rousey, yang kini berusia 39 tahun, mengungkapkan antusiasmenya atas kesepakatan yang telah lama dinanti oleh para penggemar ini.

"Sudah lama saya menunggu untuk mengumumkan ini: saya dan Gina Carano akan bertarung dalam pertarungan super terbesar dalam sejarah olahraga bela diri Wanita," kata Ronda Rousey dalam laporan Independent.

Baca juga : Trump akan Gelar Laga UFC di Gedung Putih pada Ulang Tahunnya ke-80

Laga ini akan digelar di kelas bulu dan dijadwalkan berlangsung selama lima ronde. 

Durasi ini setara dengan standar pertarungan perebutan gelar atau acara utama di UFC, menandakan keseriusan kedua petarung untuk tampil dalam performa puncak.

Perjalanan Karier dan Warisan

Rousey adalah sosok yang merintis jalan bagi putri di panggung MMA dunia. 

Sebagai juara kelas bantam pertama UFC, spesialis kuncian lengan (armbar) ini berhasil mempertahankan sabuknya sebanyak enam kali. Rekor profesionalnya mencatatkan 12 kemenangan (3 KO) dan dua kekalahan.

Penampilan terakhir Rousey di oktagon terjadi pada Desember 2016, saat ia menderita kekalahan KO ronde pertama dari Amanda Nunes. 

Setelah kehilangan gelar, peraih medali Olimpiade Beijing 2008 cabang judo ini beralih ke dunia hiburan dengan bergabung bersama WWE pada 2018. 

Di sana, ia memenangkan tiga gelar juara dunia dan menjadi bagian dari pertandingan utama wanita pertama dalam sejarah WrestleMania.

Di sisi lain, lawannya, Gina Carano (7-1, 3 KO), merupakan wajah awal MMA wanita sebelum era Rousey dimulai. Pertemuan keduanya sering dianggap sebagai "pertarungan impian" yang gagal terwujud di masa kejayaan mereka.

Pesan untuk Penggemar

Kembalinya Rousey bukan sekadar masalah kompetisi, melainkan bentuk apresiasi bagi komunitas bela diri yang telah mendukungnya selama ini.

"Ini untuk semua penggemar MMA, baik yang dulu, sekarang, maupun di masa depan. Nantikan lebih banyak lagi, jauh lebih banyak," pungkasnya.

Dengan latar belakang sejarah kedua petarung yang begitu besar, laga di Los Angeles nanti diprediksi akan menjadi salah satu magnet utama dalam kalender olahraga bela diri tahun ini. (Ant/Z-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Buka Puasa Wilayah Papua Hari Ini, 19 Februari 2026
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Sidang Ammar Zoni Kembali Digelar, Tasbih Tetap Dalam Genggaman Tangan
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Tempat Makan di Kabupaten Tangerang Dilarang Buka Siang Selama Ramadhan
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Hari Pertama Ramadhan, Pratama Arhan Jalani Laga Macarthur vs Bangkok United Sambil Berpuasa
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Eks Sopir Inara Rusli Diperiksa, Akui Risih Tiap Insanul Fahmi Datang ke Rumah
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.