Istana Tidak Tahu Siapa Peneror Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan Ibunya

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Istana tidak tahu siapa pelaku yang meneror Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto beserta ibunya.

Tiyo sebelumnya mengaku diteror setelah menyuarakan kasus anak SD bunuh diri di Ngada, NTT.

"Kalau teror kita enggak tahu siapa yang meneror ya," kata Prasetyo, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Sebagai lulusan UGM dan pernah aktif di BEM juga, Prasetyo lantas memberikan saran kepada Tiyo.

Baca juga: BEM UGM Surati UNICEF Pasca Tragedi Anak di NTT

Dia mengatakan, menyampaikan kritik atau masukan sebenarnya sah-sah saja dilakukan.

Akan tetapi, Prasetyo mengingatkan bahwa kritik yang disampaikan haruslah mengedepankan etika dan adab.

"Kita mengimbau kepada semuanya ya, untuk menyampaikan segala sesuatu itu dengan penuh tanggung jawab juga, kemudian juga mengedepankan etika, adab, adab-adab ketimuran gitu loh," tutur dia.

"Jadi, menyampaikan pendapatnya enggak ada masalah, tapi caranya itu kan juga perlu menjadi pelajaran bagi kita semua, gitu. Misalnya, hindarilah menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kurang baik, gitu. Ini berlaku untuk siapapun ya, tidak hanya untuk adik saya yang dari BEM UGM," imbuh Prasetyo.

Sebelumnya, Ketua BEM UGM Yogyakarta Tiyo Ardianto mengaku mendapatkan teror seusai menyuarakan kasus anak bunuh diri di NTT.

Ketua BEM UGM diteror dengan berbagai ancaman, penguntitan, hingga pemotretan dari pihak tak dikenal selama 9-11 Februari 2026.

Baca juga: BGN: Insentif Rp 6 Juta Per Hari untuk SPPG Lebih Efisien Dibanding Bangun Sendiri

Salah satu teror yang dialaminya adalah mendapatkan ancaman penculikan melalui sebuah pesan dari nomor tak dikenal.

“Saya mendapat pesan dari nomor tidak dikenal yang mengancam mau menculik,” ucap Tiyo, kepada Kompas.com, Jumat (13/2/2026).

Tak hanya itu, Tiyo juga mengaku sempat mengalami penguntitan pada Rabu (11/2/2026).

Penguntitan terhadap Tiyo dilakukan oleh dua orang tak dikenal saat dirinya sedang berada di sebuah kedai.

Menurut penuturan Tiyo, kedua orang tersebut laki-laki dewasa dengan postur tubuh tegap.

"Yang menguntit dan memotret dari jauh dua orang laki-laki dewasa. Tubuhnya tegap dan masih relatif muda," papar dia.

Meski saat itu sempat dikejar, namun dua orang yang diduga melakukan penguntitan kepadanya menghilang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Dua pria yang tidak dikenal itu ketika kami kejar menghilang,” ujar dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mensesneg: Tidak Ada Rencana Ubah UU KPK
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
PTIS Perkuat Tata Kelola untuk Hadapi Persaingan Pendidikan Tinggi
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Puan Maharani Ajak Umat Islam Perkuat Empati dan Persaudaraan di Momentum Ramadan 1447 H
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Babak Baru Kasus Zina Inara Rusli dan Insanul Fahmi, Mawa di Atas Angin!
• 6 jam laludisway.id
thumb
Stop Makan 2 Bahan Ini di Selama Ramadhan, InsyaAllah Badan Jadi Lebih Bugar
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.