JAKARTA, KOMPAS.TV - Sempat ramai di media sosial mengenai fasilitas jet pribadi untuk Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dari Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO).
Atas hal itu, muncul respons dari Kementerian Agama (Kemenag) yang mengklarifikasi pemberian fasilitas jet pribadi tersebut.
Muncul pula respons dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyatakan akan mendalami dugaan praktik gratifikasi itu.
Berikut rangkuman informasi seputar pemberian fasilitas jet pribadi untuk Menteri Agama dan respons terhadapnya.
Pembahasan di Media SosialDiberitakan Antara, unggahan akun X @ZakkiAmali, 16 Februari 2026 menyorot kunjungan Menag dengan jet pribadi.
"Menteri Agama menggunakan private jet Embrarier Legacy 600 dalam kunjungan kerja ke Bone baru-baru ini. Private jet berarti: biaya mahal, boros emisi, gaya pejabat elite," bunyi unggahan tersebut.
Baca Juga: Selain Kasus Suap, KPK Duga Wakil Ketua PN Depok Terima Gratifikasi Rp2,5 Miliar
Klarifikasi KemenagKemenag menyampaikan klarifikasi mengenai fasilitas jet pribadi untuk Menag Nasaruddin Umar itu.
Pihak Kemenag menyatakan, Nasaruddin meresmikan Gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar, Minggu, 15 Februari 2026 lalu dan hadir atas undangan Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO).
"Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Pak OSO yang berinisiatif siapkan jet pribadi untuk Menag agar bisa hadir di tengah agenda Menag yang padat," kata Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar di Jakarta, Senin (16/2), dilansir laman Kemenag.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Antara
- gratifikasi
- menag
- nasaruddin umar
- kpk
- ketua kpk





