Ketua BEM UGM Terima Ancaman Usai Kritik Pemerintah, Istana: Sampaikan Kritik dengan Santun

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada  (UGM), Tiyo Ardianto, dilaporkan menerima ancaman serius usai menyampaikan kritik terhadap pemerintah terkait meninggalnya seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penyampaian kritik merupakan hak yang dijamin konstitusi. 

Namun, ia mengimbau agar kritik disampaikan dengan etika dan tanggung jawab.


BACA JUGA:BNPB Catat 28 Bencana Alam dalam Dua Hari, 185 Rumah Terdampak

BACA JUGA:Istana: Alokasi 58 Persen Dana Desa ke Kopdes Merah Putih Bukan Pengurangan Anggaran

“Kalau teror kita enggak tahu siapa yang menteror, ya. Tapi kalau berkenaan dengan apa yang disampaikan, menyampaikan kritik atau masukan itu selalu kami sampaikan bahwa itu sah-sah saja,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Rabu, 18 Februari 2026.



Meski demikian, ia mengimbau agar kritik disampaikan sesuai dengan fakta dan tata cara yang santun.

"Tentu kita mengimbau kepada semuanya, ya, untuk menyampaikan segala sesuatu itu dengan penuh tanggung jawab juga, kemudian juga mengedepankan etika, adab, adab-adab ketimuran gitu loh," kata Prasetyo.



Dia menambahkan bahwa etika dan adab, termasuk menghindari penggunaan kata-kata yang tidak pantas, perlu dijaga oleh siapa pun dalam menyampaikan pendapat, tidak terbatas pada mahasiswa atau organisasi tertentu.



"Hindari lah menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kurang baik, gitu. Ini berlaku untuk siapapun ya, tidak hanya untuk adik saya yang dari BEM UGM, gitu," ucapnya.



BACA JUGA:Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan Mengacu Hilal yang Terlihat di Alaska, Ini Respons MUI hingga BRIN

BACA JUGA:MKD DPR RI Tegaskan Pemilihan Adies Kadir Sebagai Hakim MK Sah: Tak Melanggar Etik

Terkait dugaan teror yang dialami Ketua BEM UGM, termasuk adanya ancaman melalui pesan serta terhadap anggota keluarganya, Prasetyo menyebutkan bahwa hal tersebut akan dicek lebih lanjut.



"Nanti kita kita cek lah," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dilaporkan mendapatkan ancaman serius melalui pesan WhatsApp dari nomor berkode negara Inggris (+44).



Ancaman tersebut diterima empat hari setelah Tiyo memprotes pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai gagal menjamin hak dasar anak menyusul tragedi bunuh diri di NTT.


  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keluarga Korban Perang Dunia II dari Australia Sumbangkan Lima Buku Sejarah ke Perpusda Bangka Barat
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Sinopsis Drama China Mama Go!, Pengorbanan Anak yang Menukar Hidup demi Ibunya
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Bawaslu Jakarta Pusat Gandeng Kemenag Jakpus, Perkuat Pengawasan Partisipatif
• 13 jam laludisway.id
thumb
Hari Ini, DPR RI Gelar Rapat Paripurna Bahas Hibah Alpalhankam
• 8 menit lalutvrinews.com
thumb
Mengerikan! 2 Pekerja Terjebak di Gondola Lantai 18 Saat Bersihkan Gedung | INDONESIA UPDATE
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.