Ketua BEM UGM Diteror Setelah Kritik Pemerintah, Istana Merespons Begini

jpnn.com
11 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai penyampaian kritik oleh mahasiswa merupakan hal yang sah, tetapi perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan etika dan adab.

Hal tersebut disampaikan Prasetyo merespons kabar teror yang dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Tiyo Ardianto setelah menyampaikan kritik terkait kasus bunuh diri anak di Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA: Pembelaan Prabowo soal Kritik MBG Boroskan Duit Negara

"Menyampaikan kritik atau masukan itu selalu kami sampaikan bahwa itu sah-sah saja, gitu. Nah, tetapi tentu kami mengimbau kepada semuanya, ya, untuk menyampaikan segala sesuatu itu dengan penuh tanggung jawab juga, kemudian juga mengedepankan etika, adab, adab-adab ketimuran gitu loh," kata Prasetyo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu.

Menurut Prasetyo, penyampaian pendapat dan kritik merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.

BACA JUGA: Pukat UGM Anggap Rezim Jokowi Punya Andil Merevisi UU yang Melemahkan KPK

Namun, dalam menyampaikan pandangan tersebut, setiap pihak diimbau untuk tetap memperhatikan cara, jalur, serta pemilihan diksi agar masukan yang disampaikan bersifat konstruktif dan dapat menjadi pembelajaran bersama.

Dia menambahkan etika dan adab, termasuk menghindari penggunaan kata-kata yang tidak pantas, perlu dijaga oleh siapa pun dalam menyampaikan pendapat, tidak terbatas pada mahasiswa atau organisasi tertentu.

BACA JUGA: De Jure: Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Berbahaya bagi Negara Hukum dan Demokrasi

"Hindari lah menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kurang baik, gitu. Ini berlaku untuk siapa pun ya, tidak hanya untuk adik saya yang dari BEM UGM, gitu," ucapnya.

Terkait dugaan teror yang dialami Ketua BEM UGM, termasuk adanya ancaman melalui pesan serta terhadap anggota keluarganya, Prasetyo menyebutkan bahwa hal tersebut akan dicek lebih lanjut.

"Nanti dicek lah," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menerima pesan WhatsApp bernada ancaman penculikan dari nomor dengan kode Inggris.

Selain ancaman penculikan, peneror juga mengirimkan pesan yang menuduh Tiyo sebagai agen asing dan mencari panggung. “Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah,” bunyi pesan tersebut. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tayang 19 Februari, Asrama Putri Hadirkan Teror Kesurupan Massal di Bogor


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidang Etik AKBP Didik, Kompolnas Desak Polri Bongkar Jejaring Narkoba
• 3 menit lalurctiplus.com
thumb
Ary Gadun FM Dituntut 17 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Hakim dan TPPU
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Liga Italia: AC Milan Ditahan Imbang Como 1-1 di San Siro
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
DPR Apresiasi Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Deretan Event Ramadan 2026 di Jabodetabek
• 5 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.