Amerika Serikat (AS) Sentil Ukraina, Ungkit Biaya Perang Lawan Rusia

wartaekonomi.co.id
15 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) memberikan sinyal agar tak ada manuver macam-macam dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy. Pihaknya juga mengklaim bahwa terdapat kemajuan untuk mengakhiri perang usai adanya negosiasi dari Rusia dan Ukraina di Jenewa, Swiss.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan bahwa negosiasi perdamaian terbaru menghasilkan perkembangan positif dan komitmen dari para pihak untuk terus bekerja menuju kesepakatan damai dari Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Presiden Ukraina Terdesak, Amerika Serikat Kini Malah Jadi Seperti Rusia

“Ada kemajuan yang bermakna, dengan komitmen untuk terus bekerja sama menuju tercapainya kesepakatan perdamaian,” ujar Leavitt, dikutip dari Reuters.

Ia juga mengindikasikan bahwa putaran perundingan lanjutan kemungkinan akan segera digelar, meski belum memberikan rincian waktu dan format pembicaraan berikutnya.

Leavitt juga menyentil keluhan dari Zelenskiy. Meski tak mengungkitnya secara langsung, ia mengatakan bahwa perang yang dijalankan oleh sang presiden dibiayai oleh Amerika Serikat (AS).

“Kami menilai perang ini sangat tidak adil, tidak hanya bagi mereka yang telah kehilangan nyawa, tetapi juga bagi rakyat dan para pembayar pajak kami yang selama ini menanggung biaya perang dari Rusia-Ukraina,” kata Leavitt.

Baca Juga: Zelenskiy: Ukraina Tidak Akan Pernah Memaafkan Amerika Serikat (AS)

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengaku bahwa pihaknya mendapatkan tekanan yang hebat untuk menyerahkan wilayah dari Donbas ke Rusia. Tekanan ini bukan datang dari musuh, melainkan sekutunya yakni Trump.

Zelenskiy mengatakan tidak adil jika pihaknya yang selalu mendapatkan tekanan dari sekutunya sendiri. Menurutnya, tuntutan pengambilalihan wilayah tidak dapat diterima secara politik maupun emosional oleh Ukraina.

Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Tunjukkan Bukti China Diam-diam Lakukan Pengembangan Senjata Nuklir

“Secara emosional, rakyat tidak akan pernah memaafkan ini. Tidak pernah. Mereka tidak akan memaafkan saya, dan mereka juga tidak akan memaafkan Amerika Serikat,” kata Zelenskiy.

Baca Juga: PBB Soroti Amerika Serikat (AS), Kasus Jeffrey Epstein Bisa Jadi Kejahatan Kemanusiaan

Ia menegaskan bahwa setiap rencana perdamaian yang mengharuskan pihaknya menyerahkan wilayah akan ditolak Ukraina.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Toko Kelontong di Madiun Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Pom Mini | BU
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Jerat 3 Korporasi Tersangka Terkait Kasus Gratifikasi Rita Widyasari
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Termasuk Presiden Prabowo, Presiden Trump Akan Menjadi Tuan Rumah Perwakilan dari Lebih dari 40 Negara dalam Pertemuan Perdana Board of Peace (BoP) 
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Anggaran Tak Memadai, Program Gentengisasi Masih Dikaji untuk Hunian Tetap Bencana Sumatera
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Tidur Saat Puasa Ramadhan Termasuk Ibadah? Begini Penjelasannya
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.