Langit Papua yang Terkunci, Mengapa Bandara Perintis Terus Jadi Sasaran?

republika.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di pagi yang seharusnya tenang, sebuah pesawat kecil Cessna Grand Caravan PK-SNR mendarat di landasan Danawage Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. Pukul 11.05 WITA, 11 Februari 2026. Tiba-tiba rentetan tembakan mengarah ke badan pesawat. Penumpang berhamburan, berlari ke hutan di sisi berlawanan.

Pilot Kapten Egon Erawan dan kopilot Kapten Baskoro berusaha menyusul, tapi mereka tak sempat. Keduanya tergeletak di area runway, tak bernyawa. Penyerangan itu, seperti yang dikatakan Kapten Operasi Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani, bukan sekadar insiden. Itu adalah pesan: pesawat sipil, penumpang biasa, pilot yang hanya menjalankan tugas, menjadi sasaran.

Baca Juga
  • Pemkot Depok Sesuaikan Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 1447 H
  • Awal Ramadhan, Ribuan Polisi Israel Perketat Akses Masuk ke Al-Aqsa
  • Cara Aman dan Waktu Terbaik Lari Saat Puasa Menurut Dokter

Sejak saat itu, langit Papua Selatan terasa lebih sempit. Sebelas bandara perintis dan lapangan terbang kecil ditutup sementara. Koroway Batu, Bomakia, Yaniruma, Manggelum, Kapiraya, Iwur, Faowi, Dagai, Aboy, Teraplu, Beoga, nama-nama yang bagi kebanyakan orang tak pernah terdengar, tapi bagi warga di sana adalah urat nadi kehidupan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan dengan suara yang hati-hati, “Salah satu sikap preventif kami sekarang adalah menutup beberapa bandara yang kami rasakan belum cukup memadai keamanannya, sehingga dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.”

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Penutupan itu bukan hukuman bagi operator. Ditjen Hubud menegaskan: maskapai yang menghentikan penerbangan karena alasan keselamatan tidak akan disanksi. Lukman F. Laisa, Dirjen Perhubungan Udara, menambahkan: operator diberi kewenangan penuh untuk menilai risiko dan memutuskan sendiri.

Lima bandara lain: Kiwirok, Moanamani, Sinak di Ilaga, Agandugume di Ilaga, dan Illu, masih boleh beroperasi, tapi dengan pengamanan ketat dari TNI-Polri. Koordinasi terus berlangsung. Tapi hingga kini batas waktu pembukaan kembali belum ditentukan. Keamanan harus “kondusif” dulu, kata Menhub.

Ini bukan kali pertama. Agustus 2024, helikopter PT Intan Angkasa Air Service ditembak di Mimika, pilot Gleen Malcolm Conning tewas. Sebelumnya lagi, pesawat Susi Air disandera, pilot Philips Mark Marteens dibawa ke hutan selama bertahun-tahun. Pola yang sama: pesawat perintis, rute terpencil, target yang mudah, dan korban yang tak pernah meminta jadi bagian dari konflik. Di setiap kejadian, langit Papua menjadi lebih sunyi. Warga yang bergantung pada penerbangan kecil itu, untuk obat, beras, guru, dokter, harus menunggu lebih lama.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaksa Agung ST Burhanuddin Tegaskan Integritas Lebih Utama daripada Kepintaran bagi Setiap Jaksa
• 21 jam lalupantau.com
thumb
33 Pertanyaan Dihujankan ke Admin YouTube Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Candaan Pemakaman Toraja
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
VinFast Menandatangani MoU Penyediaan 400 Unit Limo Green dengan Mitra Armada
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Anggota Komisi D DPRD DKI Dorong Izin Lapangan Padel Ada Standar Kebisingan
• 27 menit laludetik.com
thumb
Tutup Masa Sidang DPR, Puan Ingatkan Posisi RI di Board of Peace Tetap Berlandaskan Politik Bebas Aktif
• 7 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.