Pantau - Bupati Luwu Sulawesi Selatan Patahudding mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum introspeksi, pembersihan jiwa, dan perbaikan diri sekaligus memperkuat komitmen membangun daerah berbasis kesejahteraan rakyat.
Dalam keterangannya di Makassar, Patahudding menyampaikan bahwa bertambahnya usia kehidupan harus menjadi pengingat untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak amal kebajikan.
Ia mengatakan, "Saya mengajak kita semua menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperkuat keimanan, mempererat silaturrahim, dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama,".
Pada kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu dalam melaksanakan pembangunan berbasis kesejahteraan rakyat melalui sejumlah prioritas strategis.
Pemerintah daerah mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Ketahanan pangan menjadi prioritas utama untuk menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani.
Pemerintah daerah juga mempercepat pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah melalui peningkatan pembangunan jalan, sarana transportasi, irigasi, dan fasilitas publik guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus melalui penguatan layanan pendidikan dan kesehatan serta pengembangan kompetensi generasi muda.
Langkah tersebut bertujuan mewujudkan sumber daya manusia Luwu yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak.
Di bidang sosial, pemerintah daerah berupaya mengentaskan kemiskinan dan memperkuat perlindungan sosial melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat, bantuan sosial tepat sasaran, serta peningkatan kesempatan kerja.
Transformasi digital dan tata kelola pemerintahan yang baik turut menjadi perhatian melalui digitalisasi pelayanan publik, peningkatan transparansi, dan efektivitas birokrasi.
Pemerintah Kabupaten Luwu juga memberi perhatian pada pembangunan kehidupan religius dan harmoni sosial melalui pembinaan keagamaan, pengentasan buta aksara Al-Qur’an, pembinaan majelis taklim, peningkatan kompetensi mubaligh, serta pembinaan imam masjid.
Bupati Luwu mengungkapkan bahwa persentase masyarakat yang masih buta aksara Al-Qur’an tergolong tinggi dan berharap partisipasi aktif Persatuan Mubaligh Islam Luwu dalam musyawarah daerah dapat bersama-sama menurunkan angka tersebut.
Selain persoalan keagamaan, ia juga menyoroti tingginya tingkat kriminalitas di Kabupaten Luwu yang sebagian dipicu praktik judi daring serta kasus kekerasan dalam rumah tangga yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Bupati Luwu berpesan kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak demi mencegah pengaruh negatif.
Pemerintah Kabupaten Luwu telah mengeluarkan surat edaran pemberlakuan jam malam bagi anak sekolah sebagai langkah preventif untuk melindungi generasi muda.




