Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan bantuan senilai Rp175,97 juta untuk korban bencana alam tanah gerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut bantuan itu menjadi bentuk intervensi cepat dalam melindungi 532 jiwa yang terdampak fenomena geologi tersebut.
Dalam arahannya, Luthfi menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah penyelamatan nyawa dan aset warga. Mengingat pergerakan tanah yang masih aktif di lereng dengan kemiringan 45 derajat, evakuasi menjadi harga mati yang tidak dapat ditawar demi menghindari risiko fatal bagi 175 kepala keluarga di Dukuh Bojongsari.
"Untuk tanah gerak ini yang bisa dilakukan adalah memindah orang dan barang,” ujar Ahmad Luthfi saat memimpin Rapat Penanganan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir, Rabu (18/2/2026).
Luthfi juga menginstruksikan warga untuk tetap di pengungsian hingga situasi dinyatakan aman secara teknis oleh otoritas terkait.
Guna mendukung operasional harian para pengungsi, Gubernur telah menyalurkan total bantuan senilai Rp175,97 juta yang bersumber dari alokasi lintas sektoral.
Baca Juga
- Ada Tambahan 1,1 Juta Tabung LPG untuk Jateng-DIY Jelang Ramadan
- Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Semarang, Solo, Pekalongan dan Tegal Hari Ini, 1 Ramadan 1447 H
- Novotel dan Ibis Budget Semarang Hadirkan Program Nguber Iftar
Dana tersebut dikucurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Dinas Kesehatan untuk memastikan kebutuhan logistik dasar tetap terjaga.
Pasca-evakuasi, perhatian juga mulai beralih pada stabilitas kesehatan di posko pengungsian. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Kusminar menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap munculnya penyakit akibat kondisi lingkungan yang tidak menentu.
"Kalau ada bencana seperti ini, kita khawatir muncul penyakit akibat kondisi lingkungan maupun trauma. Karena itu, kami siapkan layanan dokter spesialis dan posko 24 jam," tegas Yunita.
Penyiapan fasilitas medis ini mencakup pengerahan mobil spesialis keliling yang menjangkau titik-titik pengungsian secara rutin setiap harinya.
Senada dengan hal tersebut, dr. Irfan Zaki Nugroho, dokter spesialis anak dari RSUD Moewardi, mengungkapkan temuan klinis terkini di lapangan.
Sebagian besar anak-anak di pengungsian mulai mengeluhkan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), batuk, dan pilek yang dipicu oleh cuaca dingin ekstrem.
"Selain ISPA, tenaga medis juga menemukan beberapa anak menunjukkan tanda-tanda anemia serta masalah kesehatan gigi," ungkap dr. Irfan.
Sebagai langkah preventif, Dinas Kesehatan telah meningkatkan suplai nutrisi khusus melalui penyediaan bubur bayi, biskuit, dan susu tambahan melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah merancang langkah mitigasi teknis yang komprehensif bersama Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Fokus utama saat ini adalah pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau berada di zona merah.
Rencananya, Huntara akan dibangun di lahan petak 34G milik KPH Perhutani Pekalongan Barat, lokasi yang telah direkomendasikan aman berdasarkan kajian geologis.
Langkah ini diambil bersamaan dengan upaya pemulihan infrastruktur jalan desa sepanjang 700 meter yang saat ini dalam kondisi ambles dan tidak dapat dilalui.





