JAKARTA, KOMPAS.TV - Siapa yang tidak mengenal bencana banjir yang telah memporak-porandakan 3 provinsi di Sumatera, beberapa waktu lalu. Bagi sebagian orang bencana ini tentu masih membekas di ingatan baik untuk warga yang terdampak, maupun masyarakat yang melihat di balik layar gadgetnya.
Bahkan hingga kini, rakyat Sumatera Barat masih terus berbenah untuk memperbaiki pulau tercintanya. Berbagai upaya telah pemerintah lakukan diantaranya berupa donasi dana bantuan, bahan pangan, pakaian, kesehatan, hingga tenaga lewat relawan-relawan yang berjuang bersama membersihkan wilayah dari lumpur.
Di balik itu semua, muncul kembali istilah khas Minangkabau yang kerap terdengar saat bencana terjadi, yakni Galodo. Mungkin bagi keturunan Minang kata ini akrab di telinga mereka, tetapi masih banyak orang belum paham apa sebenarnya makna di balik kata Galado.
Baca Juga: Pulang atau Balik? Menelaah Perbedaan Makna dalam Bahasa Indonesia
Sama persis seperti apa yang dilakukan jurnalis KompasTV saat mencoba menanyakan hal serupa ke sejumlah warga yang melintas. Jawaban dari mereka pun beragam, ada yang menyebutnya banjir besar, bahkan ada juga yang tidak tahu dan mengaku baru mendengar istilah tersebut.
"Ee banjir besar," jelas seorang warga dikutip dari YouTube KompasTV, Selasa (17/2/2026).
"Eh, Galado tuh bukannya banjir besar ya?" tanggapi warga lainnya.
"Galodo? galodo? aduh, enggak tahu" ucap salah satu warga kebingungan sambil tertawa.
Lantas, apa sebenarnya makna Galodo?
Menurut Frisca Situmorang, Penyelaras Bahasa KompasTV, galodo merupakan istilah yang merujuk pada banjir bandang.
Penulis : Mareta Galuh Ayuningtyas Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- minangkabau
- galodo
- Banjir bandang
- Bahasa minangkabau
- Kearifan lokal
- Banjir sumatera





