WASHINGTON DC, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pentingnya kolaborasi dan kompromi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di atas 5 persen.
Termasuk, mempercepat pembangunan konektivitas dan transisi energi sebagai fondasi jangka Panjang hingga menciptakan iklim investasi yang kuat dan terpercaya.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya pada acara Business Summit di Gedung US Chamber of Commerce (USCC), Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).
"Saya belajar bahwa kerja sama, kolaborasi, dan kompromi pada akhirnya akan terbukti lebih bermanfaat dan lebih menguntungkan bagi semua pihak,” kata Prabowo dikutip dari Antara.
Baca Juga: Prabowo Respons Efisiensi Anggaran yang Dilakukan AS: Saya Memulainya Lebih Awal
Selain itu, Prabowo mengatakan pemerintahannya juga fokus melakukan penguatan ekonomi dari tingkat akar rumput atau masyarakat yang paling bawah.
"Kita ingin memiliki kemampuan untuk mempertahankan pertumbuhan, tetapi kita juga perlu mengendalikan perekonomian dalam arti memastikan pemanfaatan sumber daya alam kita dilakukan secara sehat dan berkelanjutan,” ucap Prabowo.
Prabowo menambahkan, pemerintahnya juga menempatkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas sebagai prioritas. Oleh karenanya, pemerintah Indonesia akan membangun pelabuhan, bandara, dan jalan tol untuk meningkatkan efisiensi.
Kemudian, Presiden Prabowo juga memastikan adanya transisi energi sebagai strategi jangka panjang. Di antaranya dengan komitmen mengembangkan energi terbarukan, kendaraan listrik, dan industri energi hijau.
Baca Juga: Prabowo di AS: Kami Berupaya untuk Menuju Solusi Nyata dan Abadi bagi Palestina
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- prabowo
- prabowo subianto
- prabowo subianto di as
- pertumbuhan ekonomi indonesia
- ekonomi indonesia

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2021%2F11%2F28%2Fa54d28c7-8ed9-4769-87ee-7aaad2a2df33.jpeg)



