PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Simulasi Penanganan Kebocoran dan Kebakaran Barang Berbahaya (Dangerous Goods/DG) Kelas 3 di area Container Yard (CY).
I Nyoman Sudiartha Senior Vice President (SVP) K3 mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam memastikan seluruh operasional terminal berjalan dengan aman, terkendali serta sesuai dengan standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang berlaku.
“Sebagai perusahaan yang menangani berbagai jenis muatan, termasuk barang berbahaya, TPS senantiasa berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan melalui pelatihan dan simulasi berkala,” tulisnya dalam keterangan pada Kamis (19/2/2026).
Dia menambahkan, simulasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan perusahaan dalam menghadapi potensi keadaan darurat, khususnya pada penanganan barang berbahaya.
“Kegiatan ini tidak hanya menguji ketepatan respons di lapangan, tetapi juga memastikan koordinasi lintas fungsi berlangsung efektif dan sesuai standar. Keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap proses operasional kami,” ujarnya.
Sudiartha menjelaskan, kegiatan simulasi ini sejalan dengan visi TPS dalam memperkuat budaya keselamatan dan kepatuhan terhadap standar K3. Selain itu, kerja sama dengan Damkar Pelindo Tanjung Perak juga menjadi faktor penting untuk menjamin kesiapan dan efektivitas penanganan insiden, baik dalam kondisi berskala kecil maupun pada situasi darurat berskala besar.
Dalam simulasi tersebut, skenario menggambarkan insiden kebocoran muatan Petroleum Crude Oil (UN 1267) pada peti kemas tangki berukuran 20 kaki, yang kemudian berkembang menjadi kebakaran akibat percikan api dari pihak luar.
Kejadian ini ditangani secara terpadu dengan melibatkan sejumlah unit operasional, termasuk Integrated Planning & Control (IPnC) Room sebagai pusat kendali komunikasi darurat, tim Emergency Response Management (ERM), tim pemadam kebakaran internal, serta dukungan pemadam kebakaran Pelindo Tanjung Perak.
Simulasi tersebut diikuti oleh 57 personel yang berasal dari unsur operasional, pengamanan, HSSE, medis, hingga dukungan dari pihak eksternal digelar pada Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi efektivitas jalur komunikasi darurat (jarkom), dengan menekankan penerapan satu pintu komunikasi, percepatan verifikasi informasi, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan sesuai standar dan regulasi yang berlaku, termasuk IMDG Code, ISPS Code, dan ISO 45001 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Untuk diketahui, TPS adalah penyedia layanan jasa dalam mata rantai logistik, khususnya petikemas ekspor/impor di Indonesia.
Melalui kegiatan simulasi ini, TPS menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan kelancaran operasional terminal petikemas, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem keselamatan yang profesional, andal dan kolaboratif di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak.(ily/kir/ipg)




