Es Kutub Selatan Dibor Sampai Dasar, Isi Lubang Ungkap Dunia Lain

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: LightRocket via Getty Images/Wolfgang Kaehler

Jakarta, CNBC Indonesia - Peneliti sukses mengebor es di Antartika hingga menyentuh dasarnya. Dari sampel yang didapatkan dari lubang sedalam ratusan kilomter meter tersebut, ditemukan sisa makhluk laut dari masa purba.

Pengeboran dilakukan di titik yang terpencil bernama Crary Ice Rise, yaitu 700 kilometer dari stasiun Antartika terdekat di ujung lempeng es Antartika Barat.

Alat yang digunakan adalah bor air panas yang dihujam menembus es setebal 523 meter. Kemudian, pengeboran dilanjutkan untuk membentuk lubang di tanah di bawah lapisan es dengan kedalaman 228 meter. Dari lubang itu, peneliti mengambil sampel sedimen inti yang terdiri dari lapisan lumpur dan bebatuan.


"Setahu kami, inti sedimen paling panjang yang pernah dibor di bawah lapisan es hanya sekitar 10 meter. Kami melampaui target 200 meter kami. Ini adalah tahapan baru dalam penelitian soal Antartika," kata Molly Patterson dari Binghamton University, dalam siaran pers.

Pilihan Redaksi
  • Peneliti Israel: 50% Umur Manusia Sudah Ditentukan di Dalam Kandungan
  • Starlink Milik Elon Musk Resmi Masuk Vietnam
  • Alasan Kentut Bunyi Keras Tidak Bau Busuk Menurut Sains

Pengeboran tersebut adalah bagian dari proyek internasional SWAIS2C. Tujuan proyek ini adalah mencari tahu laju pencairan lapisan es Antartika Barat dan ROss Ice Shelf dalam beberapa tahun terakhir. Sampel sedimen diambil untuk mencari petunjuk soal reaksi lapisan es pada berbagai masa dengan tingkat kehangatan yang berbeda.

"Dari catatan kami, West Antarctic Ice Sheet dan Ross Ice Shelf merespons terhadap temperatur di atas 2 derajat Celcius. Indikasi awal menunjukkan lapisan di inti sedimen terbentuk selama 23 juta tahun, termasuk periode saat rerata suhu Bumi lebih tinggi 2 derajat Celcius di atas masa pra-industri," kata Huw Horgan dari Victoria University of Wellington.

Dalam sampel juga ditemukan fragmen hewan laut bercangkang dan fosil organisme laut lainnya. Biasanya, sisa makhluk laut ini hanya ditemukan area yang lebih hangat. Peneliti menjelaskan bahwa makhluk itu hidup pada masa lalu, saat Antartika belum diselimuti es.

Pengeboran ini adalah salah satu dari beragam rencana survei dan eksperimen dalam proyek di Antartika tersebut. Bukti yang dikumpulkan diharapkan bisa menjadi informasi untuk memprediksi perubahan di Kutub Selatan akibat "kiamat" perubahan iklim akibat pemanasan global.

"Kami telah merencanakan pengeboran lainnya untuk membantu misi mempelajari sensitivitas West Antarctic terhadap pemanasan global," kata Horgan.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Solusi Kelistrikan Yang Penting Bagi Proyek Data Center Era AI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Rebound ke Rp2.916.000 per Gram
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Pimpinan DPR Akan Tanya Kemlu soal Isu Ada WNI Jadi Tentara Israel
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pemkot Solo Akan Sanksi Pegawai Kelurahan yang Posting Dokumen Rio Haryanto
• 6 jam laludetik.com
thumb
Aturan Buka Puasa di MRT, Penumpang Hanya Boleh Minum dan Makan Kurma Selama 10 Menit
• 22 jam laludisway.id
thumb
Kalsel bahas penguatan tata kelola penerimaan siswa baru dalam rakor
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.