Seorang pendaki pria dilaporkan hilang di jalur pendakian Kawah Gunung Ijen, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, pada Rabu (18/2). Ia bernama Muhammad Dzikri Maulana warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin.
Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan awalnya korban berangkat mendaki bersama empat rekannya pada pukul 02.00 WIB.
"Saat tiba di puncak, korban terpisah dari rombongan dan hingga kini belum kembali maupun ditemukan. Pihak keluarga bersama warga dan tim terkait telah melakukan pencarian awal di sekitar lokasi," kata Made kepada wartawan, Kamis (19/2).
Berdasarkan laporan yang diterima, hilangnya korban dengan rombongan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di jalur pendakian Kawah Ijen dengan koordinat 8°3'41.68"S 114°14'45.83"T.
Usai menerima laporan itu, tim gabungan menuju lokasi kejadian pukul 20.24 WIB dan tiba di titik koordinat pukul 21.54 WIB.
"Operasi SAR melibatkan tujuh personel rescue, didukung unsur BPBD Banyuwangi, Polsek Licin, Koramil Licin, KSDA Gunung Ijen, Banyuwangi SAR Independent, serta masyarakat setempat, dengan peralatan rescue car Type II, peralatan vertical rescue, medis, dan alat komunikasi," ucapnya.
Kemudian kata Made, petugas gabungan kembali melanjutkan pencarian korban di hari kedua ini, Kamis (19/2).
Sekitar pukul 06.30 WIB, seluruh petugas melaksanakan briefing dan membagi dua tim search and rescue (SRU).
"SRU 1 melakukan penyisiran jalur pendakian dari Paltuding hingga puncak dengan jarak kurang lebih 3,6 kilometer menggunakan metode hasty search (Type I). Sementara itu, SRU 2 melaksanakan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan pola open grid (Type II) seluas 1 km² untuk memperluas cakupan dan memastikan tidak ada area yang terlewat," katanya.
Made mengatakan, untuk cuaca di lokasi hari ini dilaporkan berawan dan relatif mendukung proses pencarian. Pihaknya pun akan memaksimalkan pada pencarian kali ini.
"Kami mengoptimalkan penyisiran jalur utama pendakian serta memperluas area pencarian di sekitar LKP dengan metode grid. Seluruh unsur bekerja secara terkoordinasi dan sistematis. Apabila korban ditemukan, akan segera kami evakuasi dan dibawa ke RSUD Blambangan untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.





