Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi penghentian sementara perdagangan (suspensi) terhadap 50 perusahaan tercatat karena belum memenuhi kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan (annual listing fee) 2026 dan/atau denda keterlambatannya.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Pengumuman No. Peng-S-00005/BEI.PLP/02-2026 tertanggal 18 Februari 2026 tentang Sanksi Penghentian Sementara Perdagangan Efek Terkait Pembayaran Biaya Pencatatan Tahunan 2026.
Dalam pengumuman itu dijelaskan perusahaan tercatat wajib membayar biaya pencatatan saham tahunan di muka untuk periode Januari hingga Desember dan dana harus sudah diterima (good fund) di rekening Bursa paling lambat pada hari bursa terakhir bulan Januari.
Jika terlambat dan tidak melunasi denda dalam 15 hari kalender sejak sanksi dijatuhkan, Bursa berwenang melakukan suspensi perdagangan saham di Pasar Reguler hingga kewajiban dipenuhi.
Berdasarkan pemantauan hingga 14 Februari 2026 yang menjadi batas akhir pembayaran denda, ada 50 emiten yang belum memenuhi kewajiban tersebut.
Atas kondisi itu, BEI memutuskan Suspensi Efek terhadap 11 Perusahaan Tercatat di Pasar Reguler dan Tunai sejak Sesi I tanggal 18 Februari 2026 sebagaimana tercantum dalam tabel, dan tetap melakukan Suspensi Efek untuk 39 Perusahaan Tercatat sebagaimana tercantum dalam tabel.
Berikut daftar 50 perusahaan tercatat yang belum membayar biaya pencatatan tahunan 2026 dan/atau dendanya:
1. AKKU (PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk)
2. ARMY (PT Armidian Karyatama Tbk)
3. ARTI (PT Ratu Prabu Energi Tbk)
4. BEBS (PT Berkah Beton Sadaya Tbk)
5. BIKA (PT Binakarya Jaya Abadi Tbk)
6. BIMA (PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk)
7. BOSS (PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk)
8. BTEL (PT Bakrie Telecom Tbk)
9. CBMF (PT Cahaya Bintang Medan Tbk)
10. CLAY (PT Citra Putra Realty Tbk)
11. CPRI (PT Capri Nusa Satu Properti Tbk)
12. DEAL (PT Dewata Freightinternational Tbk)
13. DUCK (PT Jaya Bersama Indo Tbk)
14. ENVY (PT Envy Technologies Indonesia Tbk)
15. ETWA (PT Eterindo Wahanatama Tbk)
16. FIMP (PT Fimperkasa Utama Tbk)
17. GAMA (PT Aksara Global Development Tbk)
18. GTBO (PT Garda Tujuh Buana Tbk)
19. HKMU (PT HK Metals Utama Tbk)
20. HOME (PT Hotel Mandarine Regency Tbk)
21. HOMI (PT Grand House Mulia Tbk)
22. HOTL (PT Saraswati Griya Lestari Tbk)
23. IIKP (PT Inti Agri Resources Tbk)
24. INAF (PT Indofarma Tbk)
25. INPS (PT Indah Prakasa Sentosa Tbk)
26. IPPE (PT Indo Pureco Pratama Tbk)
27. JSKY (PT Sky Energy Indonesia Tbk)
28. KAYU (PT Darmi Bersaudara Tbk)
29. KBRI (PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk)
30. MAGP (PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk)
31. MENN (PT Menn Teknologi Indonesia Tbk)
32. MGLV (PT Panca Anugrah Wisesa Tbk)
33. MKNT (PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk)
34. NUSA (PT Sinergi Megah Internusa Tbk)
35. PLAN (PT Planet Properindo Jaya Tbk)
36. POLL (PT Pollux Properties Indonesia Tbk)
37. POOL (PT Pool Advista Indonesia Tbk)
38. PTDU (PT Djasa Ubersakti Tbk)
39. PURE (PT Trinitan Metals and Minerals Tbk)
40. RAFI (PT Sari Kreasi Boga Tbk)
41. RIMO (PT Rimo International Lestari Tbk)
42. SAGE (PT Saptausaha Gemilangindah Tbk)
43. SHID (PT Hotel Sahid Jaya International Tbk)
44. SIMA (PT Siwani Makmur Tbk)
45. SMRU (PT SMR Utama Tbk)
46. SWAT (PT Sriwahana Adityakarta Tbk)
47. TECH (PT Indosterling Technomedia Tbk)
48. TOPS (PT Totalindo Eka Persada Tbk)
49. TRAM (PT Trada Alam Minera Tbk)
50. TRIL (PT Triwira Insanlestari Tbk)





