Modal Berkendara Anti Emosi Saat Berpuasa

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Paling tidak, ada dua hal yang selalu diwaspadai ketika melakukan mobilitas saat berkendara pada masa bulan puasa, yaitu keletihan dan emosi akibat perubahan perilaku dan kurangnya asupan yang memberi energi bagi tubuh.

Instruktur dan Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan guna ibadah puasa dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan beriringan, diperlukan pula penyesuaian gaya mobilitas harian. Utamanya yang menggunakan kendaraan pribadi.

"Karena kita tahu mengoperasikan kendaraan bermotor itu adalah pekerjaan selain multitasking juga memerlukan kemampuan intelijensi, empati emosional, kontrol emosional dalam melaksanakan aturan. Serta mengurangi dan mencegah terjadinya konflik," kata Jusri kepada kumparan, Rabu (18/2/2026).

Dirinya memberi tiga kiat kepada untuk orang-orang yang sedang berpuasa, namun masih diharuskan berkendara sebagai bagian dari aktivitasnya sehari-hari. Pertama, pastikan waktu tidur malam yang berkualitas.

"Nah, ini semuanya membutuhkan stamina yang baik. Stamina yang baik ini tidak hanya diperoleh dari nutrisi, dari konsumsi, dari waktu istirahat yang idealnya 6-7 jam pada waktu malam, tetapi juga kualitas cairan yang kita minum saat sahur," tambah Jusri.

Menurut Jusri, pengendara bermotor seharusnya secara diri sadar bahwa kondisi mereka tidak sepenuhnya bugar dan rentan tersulut emosi, hanya karena sedikit konflik atau gesekan di jalan. Untuk itu perlu menerapkan norma berkendara yang bertanggung jawab.

"Karena itu (aktivitas berkendara) membuat badan menjadi cepat drop. Kemudian jangan lupa atur jadwal agar tetap rileks, membuat pikiran menjadi positif dan menghindari aktivitas yang terburu-buru," paparnya.

Jusri mengimbau agar pengendara tidak memaksakan kondisi tubuh sebenarnya, ambil waktu istirahat jika dirasa terlalu penat untuk melanjutkan perjalanan. Selain itu, bisa juga menstimulasi otak agar tetap fokus berkendara.

"Berkendara adalah salah satu aktivitas monoton dan cenderung membuat otak lelah karena fenomena berulang. Supaya terstimulus dan menghindari highway hypnosis, bisa melakukan scanning lingkungan sekitar untuk antisipasi potensi bahaya," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Riuh Warga Berburu Takjil Ramadan di Pasar Benhil
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Ruang CCTV Masjid Istiqlal Terbakar, Damkar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Produksi Perikanan Tangkap Diprediksi Menurun hingga Maret 2026, Apa Penyebabnya?
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Peningkatan Utang Pemerintah Berisiko Guncang Pasar
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.