JAKARTA, DISWAY.ID -- Bagi orang tua dan wali murid yang menantikan kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini sudah ada kepastian mengenai jadwal operasional terbaru.
Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Dapoer Rahayu Pulo Gebang mengumumkan bahwa distribusi menu gizi untuk kategori peserta didik baru akan digulirkan kembali secara serentak pada 23 Februari 2026.
Penetapan tanggal ini sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat mengenai adanya penyesuaian jadwal di lapangan selama satu pekan terakhir.
Sebelum jadwal untuk anak sekolah dimulai, SPPG saat ini tengah memfokuskan seluruh energi operasionalnya untuk melayani kelompok prioritas yang disebut sebagai kelompok 3B, yakni Ibu Menyusui (Busui), Ibu Hamil (Bumil), dan Balita.
BACA JUGA:Panduan Cara Ikut Buka Puasa Bersama di Masjid Istiqlal, Ini yang Harus Diperhatikan!
BACA JUGA:Diklaim Mirip DOGE AS, Prabowo Sebut Efisiensi Anggaran Berhasil Hemat Rp304 Triliun
Fariz Alaudin selaku Kepala SPPG Dapoer Rahayu menegaskan bahwa tidak ada penghentian program, melainkan pembagian jadwal yang lebih tertata.
"Di minggu ini, dari tanggal 16 sampai 21, SPPG beroperasional diperuntukkan untuk kelompok 3B dulu. Jadi untuk teman-teman peserta didik itu baru dimulai di tanggal 23 Februari, sesuai surat edaran," jelas Fariz saat dihubungi oleh Disway, Rabu 18 Februari 2026.
Langkah ini diambil karena kelompok 3B dianggap memiliki kebutuhan gizi yang sifatnya mendesak dan tidak mengenal hari libur, sehingga pelayanan bagi mereka didahulukan sebelum distribusi masif ke sekolah-sekolah dimulai kembali.
Selain kepastian tanggal, para orang tua juga perlu mengetahui bahwa akan ada penyesuaian jenis makanan seiring dengan masuknya bulan suci Ramadan. Mengingat mayoritas penerima manfaat adalah muslim, pihak SPPG akan beralih ke skema "menu kering".
BACA JUGA:Prabowo di Washington Klaim Program MBG Beri Return hingga 35 Kali Lipat, Investasi Terbaik untuk Anak
BACA JUGA:Harga Cabai di Jakarta Melambung Awal Ramadan, Pramono Ungkap Penyebabnya
Sesuai arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN), menu yang diberikan nantinya adalah makanan yang memiliki daya tahan lebih lama dan tidak mudah basi.
"Kita mungkin lebih ke contoh misalnya roti, telur rebus, atau susu. Tapi tetap, komposisinya akan disesuaikan dengan angka kecukupan gizi yang dibutuhkan," tutur Fariz.
Menariknya, SPPG juga sudah menyiapkan strategi agar asupan gizi anak-anak tidak terputus saat memasuki masa libur panjang Idul Fitri pada pertengahan Maret mendatang.
- 1
- 2
- »





