Pemerintah Jepang bakal melarang penggunaan power bank di dalam pesawat terhitung April 2026, peraturan ini menyusul serangkaian insiden kebakaran yang melibatkan alat pengisian daya baterai ponsel tersebut selama penerbangan.
Dilansir Kyodo, menurut sumber yang mengetahui kebijakan tersebut menyebutkan, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang telah memberi tahu maskapai mengenai aturan baru tersebut.
Larangan ini tidak hanya berlaku untuk penggunaan power bank guna mengisi daya ponsel, pengisian ulang power bank melalui stop kontak yang tersedia di dalam pesawat juga dilarang.
Langkah tersebut diambil setelah sejak Juli tahun lalu. Pemerintah mengimbau penumpang agar tidak menyimpan power bank di kompartemen bagasi kabin bagian atas dan tetap menyimpannya dalam jangkauan selama penerbangan.
Baterai Power Bank Berisiko TerbakarMenurut kementerian, baterai lithium-ion yang umum digunakan pada power bank berisiko terbakar jika mengalami benturan fisik atau akibat degradasi kualitas seiring waktu.
Saat ini, power bank memang sudah dilarang masuk ke dalam bagasi tercatat (checked baggage), sementara jumlah dan kapasitas yang diperbolehkan di bagasi kabin juga dibatasi.
Kebijakan pengetatan ini muncul setelah insiden kebakaran pada Januari 2025 di dalam pesawat maskapai berbiaya rendah yang dioperasikan Air Busan Co., yang diduga dipicu oleh power bank yang mengalami kerusakan.
Pemerintah Jepang berharap aturan baru tersebut dapat meningkatkan keselamatan penerbangan dan mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.



