Laba Charnic Capital (NICK) Meledak 1.194% Sepanjang 2025

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Charnic Capital Tbk (NICK) mencatat lonjakan kinerja yang luar biasa sepanjang tahun 2025. Laba bersih Perseroan melesat 1.194 persen menjadi Rp108,26 miliar, dibandingkan akhir 2024 yang hanya Rp8,36 miliar.

Kinerja impresif itu turut mendongkrak laba per saham dasar menjadi Rp166,27, melonjak tajam dari sebelumnya Rp12,84 per saham.

Dari sisi top line, total pendapatan NICK tercatat Rp110,13 miliar atau meroket 1.610 persen dari Rp6,43 miliar pada periode sebelumnya. 

Kontributor terbesar berasal dari keuntungan investasi portofolio efek yang mencapai Rp95,41 miliar, melambung dari Rp2,14 miliar.

Selain itu, Perseroan juga membukukan penjualan barang sebesar Rp9,82 miliar dari sebelumnya nihil. Pendapatan dividen naik menjadi Rp2,72 miliar dari Rp2,51 miliar. Sementara pendapatan sewa turut meningkat menjadi Rp2,16 miliar dari Rp1,77 miliar.

Baca Juga: Pengelola Ancol (PJAA) Kantongi Laba Bersih Rp180,19 Miliar pada 2025

Di tengah lonjakan pendapatan, beban pokok pendapatan tercatat Rp7,04 miliar dari sebelumnya nihil, sehingga laba kotor melesat menjadi Rp103,09 miliar dari Rp6,43 miliar.

Jumlah beban usaha relatif terkendali di Rp4,06 miliar, naik tipis dari Rp3,82 miliar. Dengan demikian, laba usaha terdongkrak signifikan menjadi Rp99,02 miliar, dibandingkan Rp2,6 miliar pada akhir 2024.

Lebih lanjut, pendapatan keuangan naik menjadi Rp3,65 miliar dari Rp3 miliar. Beban keuangan meningkat menjadi Rp18,67 juta dari Rp4,7 juta.

Keuntungan selisih kurs juga melonjak ke Rp5,93 miliar dari Rp2,75 miliar. Total pendapatan lain-lain tercatat Rp9,57 miliar, naik dari Rp5,75 miliar. Laba sebelum pajak mencapai Rp108,59 miliar, dengan beban pajak penghasilan sebesar Rp325,93 juta.

Baca Juga: Laba Bersih Pegadaian Melonjak 42,6% Jadi Rp8,34 Triliun Sepanjang 2025

Dari sisi neraca, total aset Perseroan per 31 Desember 2025 melonjak menjadi Rp314,43 miliar, dibandingkan Rp205,6 miliar pada penghujung 2024. Total liabilitas meningkat menjadi Rp2,91 miliar dari Rp2,11 miliar. Sementara itu, ekuitas tumbuh signifikan menjadi Rp311,51 miliar dari Rp203,49 miliar pada akhir 2024.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Awal Ramadan, Satgas Pangan Polda Metro Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Koja
• 4 jam laludetik.com
thumb
Ramadan-nomics: Saat Ibadah Menjadi Mesin Ekonomi Bangsa
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kekurangan Serat Saat Puasa Dapat Picu Masalah Pencernaan
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Senja, takjil, dan ruang bersama
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Curi Motor Ustaz di Ponpes, Pemuda di Surabaya Babak Belur Dihajar Massa
• 6 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.