JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengajak para pengusaha Amerika Serikat (AS) untuk berinvestasi di bidang kesehatan di Indonesia.
Pasalnya, negara ini masih kekurangan 140.000 dokter.
Sedangkan jumlah dokter yang berhasil dihasilkan universitas hanya berkisar 10.000 setiap tahun.
Ajakan ini disampaikan Prabowo dalam Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
"Di bidang kesehatan, kami kekurangan 140.000 dokter, sementara kami hanya meluluskan sekitar 10.000 dokter per tahun. Itu berarti butuh 14 tahun untuk menutup celah tersebut kecuali ada upaya baru yang nyata," kata Prabowo dikutip dari tayangan Kompas TV, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Prabowo Undang Institusi Pendidikan Asing Kerja Sama: Kami Mulai Bangun 500 Sekolah Berkualitas
"Itulah alasan saya menciptakan 10 universitas baru ini yang akan berbasis pada STEM (sains, teknologi, teknik, matematika) dan kedokteran. Di sini saya rasa juga terdapat peluang bagi AS," imbuhnya.
Prabowo menceritakan, sejauh ini sudah ada industri AS yang membenamkan modalnya di Indonesia.
Industri itu adalah General Electric, yang juta membangun dan mengembangkan berbagai macam peralatan medis di dalam negeri.
Prabowo juga berharap agar General Electric mau meningkatkan produksinya.
"Saya rasa General Electric juga membangun peralatan medis di Indonesia dan kami berharap mereka akan meningkatkan produksi mereka. Kami akan mendukungnya," ucap dia.
Seiring dengan itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah yang dipimpinnya akan menghilangkan kendala-kendala birokrasi.
Baca juga: Prabowo Hadiri KTT Dewan Perdamaian, Puan: Untuk Mendukung Kemerdekaan Palestina
Saat General Electric hendak berinvestasi di Indonesia pun, hambatan birokrasi itu berupaya diselesaikan pemerintah.
Prabowo juga mengaku senang menerima seluruh keluhan birokrasi dari para pengusaha pada forum ini, sehingga ia dapat menyelesaikan urusan itu sepulangnya dari AS.
"Terima kasih banyak atas kesempatan ini bagi saya untuk mendapatkan masukan langsung, karena inilah yang saya sukai: menyelesaikan masalah dengan sangat cepat. Saya rasa di era sekarang, kecepatan sangatlah penting. Kecepatan akan membantu mempercepat laju pertumbuhan dan kemajuan," tandas Prabowo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




