Pedagang Nasi Uduk di Bekasi Trauma Berjualan Usai Uang Rp 700.000 Dicuri Pembeli

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Atnah (60), pedagang nasi uduk di Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, yang menjadi korban pencurian dengan modus pura-pura membeli, mengalami trauma berjualan.

Hal ini diungkapkan oleh anggota keluarga korban, Siti Rohmah (44), saat ditemui di kediaman Atnah, Rabu (18/2/2026).

"Nenek Atnah ini sedikit agak terganggu pendengarannya. Dan sebelumnya sudah beberapa kali mengalami musibah. Tapi pas yang pencurian itu dia sampai trauma," ujar Siti saat ditemui Kompas.com, Rabu.

Baca juga: Berpura-pura Pesan Nasi Uduk, Pria di Bekasi Gondol Uang Dagangan Lansia Rp 700.000

Ia menuturkan, sekitar tiga bulan lalu Atnah juga mengalami insiden kompor meledak yang sempat mengenai tubuhnya dan membuatnya sakit selama beberapa waktu.

Siti mengatakan, rentetan kejadian itu disebut turut memengaruhi kondisi psikologis korban.

"Pas hari kejadian dia shock berat, teriak-teriak. Tapi sekarang udah agak tenang, udah lebih nerima," ujar Siti.

Menurut Siti, dalam rekaman CCTV terlihat adanya jeda waktu cukup lama antara aksi pelaku dan respons korban.

Hal itu diduga karena keterbatasan pendengaran yang dialami Atnah.

"Kalau dilihat videonya kan jarak antara kesadarannya lumayan lama sampai pelakunya kabur jauh. Nenek itu baru sadar orangnya tidak ada, baru dia teriak," kata Siti.

Baca juga: Kisah Atnah: 30 Tahun Jualan Nasi Uduk demi Bertahan Hidup, Kini Jadi Korban Pencurian

Ia menyebut Atnah sudah bangun sejak dini hari untuk berjualan. Tapi uang hasil jualannya justru dibawa kabur oleh pelaku.

"Yang paling buat saya kasihan, nenek ini bangun dari jam 1 malam. Pas duitnya sudah terkumpul, malah diambil pelaku," ujarnya.

Siti mengatakan, peristiwa tersebut kemudian menyebar luas setelah tetangga membagikan rekaman CCTV hingga viral di media sosial.

"Kita sih tidak ada maksud buat lapor-lapor. Tapi setelah viral ke mana-mana, baru Pak RT, Pak Lurah, Babinsa, dan Linmas datang," katanya.

Keluarga sempat menyarankan agar Atnah berjualan lebih dekat dengan rumah agar lebih mudah dipantau.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Karena memang dia pelanggannya sudah banyak, jadi ke depan cuma kita arahin buat lebih hati-hati, jangan sembarangan, jangan sembrono," kata Siti.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
10 Kecamatan di Tapteng Porak-poranda Diterjang Banjir Susulan, Sejumlah Desa Terisolir
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perkuat Struktur Lembaga, Ketua KPK Setyo Budiyanto Lantik Tiga Deputi Baru Hasil Seleksi Terbuka
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Jejak Desa yang Hilang di Aceh Utara Pascabanjir Bandang
• 21 jam laludetik.com
thumb
Purbaya Ungkap Skema Rp 75 Triliun untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sumatera
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Pelatih Klub Belanda Sampai Terkagum-kagum, Striker Berdarah Depok Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.