Jakarta : Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo tetap akan berupaya mewujudkan program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus Jakarta meski dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat dipangkas.
“Jadi untuk LPDP Jakarta, sebenarnya kemarin kalau tidak ada pemotongan DBH sampai Rp15 triliun pasti sudah kita jalankan. Sekarang kami sudah mempersiapkan untuk itu,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Kamis, 19 Februari 2026.
Baca Juga :
2.524 Mahasiswa Terima KJMU Langsung Dari Gubernur Pramono, Begini PesannyaPramono mengaku betul-betul berkeinginan agar anak-anak Jakarta yang berprestasi di sekolah bisa mengenyam pendidikan hingga ke luar negeri melalui program LPDP yang dipersiapkan oleh pemerintah DKI Jakarta.
Untuk itu, Pramono tetap akan mewujudkan rencana tersebut meski Jakarta mengalami pemotongan DBH hingga Rp15 triliun. "Saya akan wujudkan,” sebut Pramono.
Sebelumnya, Pramono berharap program beasiswa tersebut bisa berjalan pada tahun 2026. Ia bahkan ingin memberikan program tersebut kepada 100 mahasiswa Jakarta yang berprestasi.
Pramono meyakini program ini bisa menjadi modal yang baik bagi anak-anak Jakarta khususnya bagi yang kurang beruntung untuk memiliki kesempatan berkuliah di luar negeri.
Nantinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memfokuskan program tersebut untuk anak-anak yang kurang beruntung dan merupakan warga Jakarta.
“Saya ingin diberikan bagi yang tidak beruntung. Maka (program) ini juga akan selain memotong garis ketidakberuntungan, mempersiapkan SDM yang lebih baik. Kemudian juga membuka wawasan bagi anak-anak,” katanya.




