FAJAR, TORAJA — Ratusan warga Kecamatan Bittuang menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Tana Toraja, menolak rencana pengembangan proyek geothermal di wilayah mereka, Kamis, 19 Februari. Demo sempat memanas.
Aksi ini tidak hanya diikuti warga Bittuang, tetapi juga masyarakat umum hingga mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geothermal.
Massa aksi diterima sejumlah anggota DPRD untuk berdialog. Hadir pula dalam pertemuan tersebut Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, Wakil Bupati Erianto Laso Paundanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nirus Nikolas Sakke, serta sejumlah pejabat lainnya.
Awalnya, diskusi berlangsung kondusif. Perwakilan aliansi menyampaikan aspirasi dan penolakan mereka terhadap proyek geothermal yang dinilai berpotensi merusak lingkungan dan ruang hidup masyarakat adat.
Namun suasana sempat memanas ketika Bupati Zadrak Tombeg mengambil mikrofon dan maju ke tengah massa aksi. Sejumlah peserta aksi berdiri dari kursi mereka. Berdasarkan video yang beredar dari Harian Fajar, Bupati kemudian kembali ke tempat duduknya sambil tertawa.
Situasi yang mulai tegang berhasil diredam. Salah satu massa aksi, Anto, mengimbau peserta untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing.
Setelah itu, dialog kembali dilanjutkan dalam suasana lebih terkendali. Diskusi sempat dihentikan sejenak untuk rehat, sebelum kembali dilanjutkan antara perwakilan aliansi dan pihak pemerintah daerah. (edy)




