Virus Nipah Mengancam, 1 Kg Daging Kelelawar Ilegal Ditahan Karantina Kalbar

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi kelelawar yang menjadi inang virus Nipah. (Sumber: Envato/diegograndi)

SAMBAS, KOMPAS.TV - Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat memperketat pengawasan terhadap daging kelelawar yang masuk ke wilayahnya sebagai antisipasi penyebaran virus Nipah.

Mereka menahan komoditas ilegal berupa 1 kg daging kelelawar serta 50 kg ikan asin.

Penahanan komoditas ilegal itu dilakukan di Pos Lintas Batas Negara Aruk, Kabupaten Sambas, Kalbar.

Baca Juga: Papua Barat Waspada Virus Nipah: Perkuat Sistem Respons Sebelum Terlambat

Kepala Karantina Kalimantan Barat, Ferdi mengungkapkan adanya penahanan komoditas ilegal tersebut.

“Penindakan belum lama ini di pintu masuk perbatasan Indonesia-Malaysia, Desa Sebunga,” ujarnya Kamis (19/2/2026), dikutip dari ANTARA.

“Petugas menemukan daging kelelawar disembunyikan di bawah tumpukan ikan asin yang dibawa pelintas batas untuk menghindari pemeriksaan karantina,” ujarnya.

Penahanan dilakukan karena daging ilegal tersebut tak dilengkapi dokumen persyaratan karantina.

“Bukan tentang jumlahnya, tapi berdasarkan analisis risikonya,” ucap dia.

Menurut Ferdi, meski jumlahnya kecil, potensi membawa hama dan penyakit berbahaya, khususnya virus Nipah sangat besar, jika tak memenuhi prosedur karantina.

Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : ANTARA

Tag
  • virus nipah
  • kalimantan barat
  • daging kelelawar
  • komoditas ilegal
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pendekatan Diplomasi Prabowo di AS Dinilai Sangat Efektif
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hubungan Insanul Fahmi-Inara Rusli Ternyata Jadi Bahan Gunjingan Orang Rumah, Sampai Bikin Grup Buat Ghibah
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
DPR Minta Menhub Kaji Larangan Mudik Pakai Motor
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Foto: Melihat Uniknya Arsitektur Multikultur Masjid Hidayatullah di Jaksel
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pembiayaan Kendaraan BSI (BRIS) Capai Rp6,41 Triliun, Naik 19 Persen Sepanjang 2025
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.