Tampak arsitektur Masjid Hidayatullah di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (19/2).
Di tengah hiruk-pikuk kawasan bisnis Kuningan, Jakarta Selatan, Masjid Hidayatullah berdiri sejak tahun 1747. Bangunan bersejarah ini memiliki ciri khas arsitektur tanpa kubah besar dengan bentuk atap bertingkat. Detail ornamennya memadukan pengaruh Hindu, Tionghoa, dan Betawi.
Masjid ini menjadi representasi kehidupan multietnik Batavia sebagai kota pelabuhan yang sejak dahulu dihuni beragam komunitas, seperti Betawi, Jawa, India, Tionghoa, dan Arab. Perpaduan budaya tersebut tercermin dalam rancangan bangunannya.
Tak hanya berfungsi sebagai pusat penyebaran Islam di Tanah Betawi, masjid ini juga pernah menjadi basis perjuangan melawan kolonial Belanda. Kini, di antara deretan gedung perkantoran modern, Masjid Hidayatullah tetap kokoh sebagai penanda sejarah dan simbol keberagaman Jakarta.




