Kementan Pastikan Stok Cabai Surplus Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H

matamata.com
9 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai nasional dalam kondisi aman dan surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, menyatakan bahwa kepastian ini didapat dari hasil penguatan produksi nasional dan pemantauan intensif di berbagai sentra utama. Kementan juga bersinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis.

“Pemerintah memastikan produksi dan pasokan cabai nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali. Melalui penguatan produksi, kelancaran distribusi, serta pengawalan harga, kami menjamin kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Taufiq dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/2).

Proyeksi Surplus Puluhan Ribu Ton Berdasarkan data proyeksi neraca pangan nasional, komoditas cabai rawit diperkirakan mengalami surplus sekitar 54 ribu ton pada Februari 2026 dan melonjak hingga 99 ribu ton pada Maret 2026.

Sementara itu, cabai besar mencatat surplus masing-masing sebesar 14 ribu ton pada Februari dan 11 ribu ton pada Maret 2026. Kondisi ini mencerminkan ketahanan pasokan yang kuat meski terjadi peningkatan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Produksi ini ditopang oleh luas panen di wilayah sentra seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muh. Agung Sunusi, menambahkan bahwa hasil pantauan lapangan di Garut hingga Lombok Timur menunjukkan tanaman tumbuh sehat meski ada tantangan cuaca.

Peran Champion Cabai dalam Stabilitas Harga Untuk mengantisipasi fluktuasi harga, Kementan menggandeng Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) untuk menggelar pasar cabai dengan harga di bawah pasar eceran.

Ketua ACCI, Ardi, mengungkapkan para petani berkomitmen menjaga margin yang layak bagi produsen sekaligus harga yang terjangkau bagi konsumen. Saat ini, aksi gelar pasar telah berlangsung di berbagai wilayah seperti Banjarnegara, Sleman, Cianjur, hingga Lombok Timur.

“Dalam gelar pasar tersebut, cabai rawit merah dijual seharga Rp50.000 per kilogram, masih di bawah Harga Acuan Produsen (HAP) sebesar Rp57.000 per kilogram,” jelas Ardi.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan per 19 Februari 2026 pukul 13.56 WIB, rata-rata nasional harga cabai merah keriting berada di angka Rp46.990 per kg, cabai merah besar Rp43.537 per kg, dan cabai rawit merah Rp76.186 per kg. (Antara)

Baca Juga
  • Di Washington DC, Presiden Prabowo Jamin Kepastian Hukum dan Stabilitas Investasi RI


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Buyback Emas Antam, UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Kamis 19 Februari 2026
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Profil Ardhito Pramono yang Diisukan Dekat dengan Davina Karamoy
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Analisa Ray Rangkuti soal Peluang Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Bursa Capres 2029
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Saham Hypermart (MPPA) Masuk Papan FCA Imbas Ekuitas Negatif
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Masa Depan Pendidikan Pasca Davos
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.