ATA Carnet, “Paspor Barang” di Balik Suksesnya Konser Dream Theater 40th Anniversary Tour 2026

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Jakarta, 19-02-2026 - Performa yang solid, teknikal, dan magis Dream Theater sukses memukau para penikmat musik progresif rock yang hadir di Beach International Stadium (BCIS) Ancol, Jakarta, pada Sabtu (07/02). Dalam konser bertajuk “An Evening With Dream Theater: 40th Anniversary Tour 2026” itu, band legendaris asal Amerika tersebut merayakan empat dekade perjalanan musik, sekaligus menyambut kembalinya drummer Mike Portnoy ke dalam band yang membuat konser malam itu kian mengesankan.

Namun, gemerlap panggung dan harmonisasi musik Dream Theater  yang nyaris tanpa cela tidak berdiri sendiri. Di baliknya, terdapat rangkaian proses logistik yang kompleks dan terencana, memastikan seluruh peralatan konser tiba tepat waktu dan siap digunakan. Kelancaran infrastruktur teknis inilah yang menjadi fondasi tak terlihat dari sebuah pertunjukan kelas dunia.

Hadir cerita lain di balik panggung, yaitu tentang bagaimana logistik ratusan peralatan konser dapat melintas batas negara secara efisien melalui fasilitas kepabeanan bernama ATA Carnet. Mekanisme administratif yang bekerja senyap tetapi krusial, yakni sistem impor sementara yang memungkinkan peralatan konser masuk dan keluar Indonesia tanpa dikenakan bea masuk dan pajak impor. Mekanisme itulah yang dikenal sebagai ATA Carnet, sebuah instrumen kepabeanan internasional yang kerap menjadi tulang punggung mobilitas barang untuk kegiatan berskala global.

"ATA Carnet merupakan dokumen yang memungkinkan impor dan ekspor barang secara sementara tanpa dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka kegiatan tertentu. Skema ini lazim dimanfaatkan untuk mendukung berbagai agenda internasional seperti pameran, produksi film, arsitektur, olahraga, seni pertunjukan, penelitian, hingga tur grup musik mancanegara. Dalam konteks konser, dokumen ini dapat digunakan untuk memasukkan instrumen musik, sistem tata suara, tata cahaya, hingga perlengkapan panggung lainnya yang bersifat sementara dan tidak untuk diperjualbelikan," jelas Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo.

Secara sederhana, ATA Carnet dapat dipahami sebagai “paspor barang”. Dokumen tersebut memberikan jaminan bahwa barang yang masuk ke suatu negara hanya akan berada dalam jangka waktu terbatas dan akan dikeluarkan kembali setelah kegiatan selesai. Dengan mekanisme ini, pelaku kegiatan tidak perlu membayar bea masuk dan pajak impor sebagaimana prosedur impor biasa, sepanjang seluruh ketentuan dipenuhi dan barang benar-benar diekspor kembali.

Saat ini, fasilitas ATA Carnet telah diterima di 78 negara di seluruh dunia. Di Indonesia, ATA Carnet merupakan salah satu metode pemasukan atau impor barang sementara yang diatur dalam kerangka ketentuan kepabeanan. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan sistem yang adaptif terhadap kebutuhan mobilitas global, sekaligus tetap menjaga aspek pengawasan dan kepastian hukum.

Budi mengatakan pemanfaatan ATA Carnet merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan event-event internasional di Tanah Air. “ATA Carnet adalah bentuk fasilitasi pemerintah untuk mendukung kegiatan internasional, termasuk konser musik, agar proses pemasukan dan pengeluaran barang dapat berlangsung lebih cepat dan efisien tanpa mengurangi aspek pengawasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konser internasional seperti tur peringatan 40 tahun Dream Theater umumnya melibatkan peralatan teknis bernilai tinggi dan berjumlah besar yang harus berpindah dari satu negara ke negara lain dalam waktu relatif singkat mengikuti jadwal tur. Tanpa mekanisme impor sementara yang terstandar secara internasional, proses logistik dapat menjadi lebih kompleks dan memakan waktu.

Melalui ATA Carnet, proses kepabeanan menjadi lebih ringkas karena tidak memerlukan pembayaran bea masuk dan pajak impor untuk barang yang sifatnya sementara. Dokumen yang telah diakui secara global ini juga mempermudah verifikasi karena daftar barang sudah tercantum secara rinci. “Fasilitas ATA Carnet mempermudah pemasukan dan pengeluaran peralatan konser, sehingga proses kepabeanan menjadi lebih efisien. Hal ini tentu sangat membantu kelancaran jadwal tur internasional yang umumnya padat dan terikat waktu,” imbuh Budi.

Meski demikian, mekanisme ini tetap berada dalam koridor pengawasan kepabeanan. Bea Cukai memastikan bahwa barang yang masuk sesuai dengan dokumen, tidak dialihkan peruntukannya, serta benar-benar dikeluarkan kembali setelah kegiatan berakhir. Dengan demikian, keseimbangan antara fasilitasi dan pengawasan tetap terjaga.

Konser “An Evening With Dream Theater: 40th Anniversary Tour 2026” di Jakarta menjadi salah satu contoh pemanfaatan ATA Carnet dalam mendukung kelancaran logistik event internasional. Lebih luas lagi, kelancaran penyelenggaraan konser internasional juga berdampak positif pada pergerakan ekonomi di sekitarnya. “Kelancaran event internasional, termasuk konser, pada akhirnya mendukung sektor kreatif dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisata. Fasilitas seperti ATA Carnet adalah bagian dari upaya menciptakan ekosistem yang kondusif bagi kegiatan tersebut,” terang Budi.

Sebagaimana sepenggal lirik lagu “Pull Me Under” dari Dream Theater, “Watch the sparrow falling, gives new meaning to it all,” setiap detail kecil dalam sebuah perhelatan internasional sejatinya memberi makna pada keseluruhan pertunjukan. Di balik gemuruh panggung dan sorak penonton, terdapat sistem yang memastikan semuanya berjalan selaras. ATA Carnet hadir sebagai instrumen yang menjembatani kebutuhan mobilitas global dengan kepastian aturan nasional, mendukung Indonesia sebagai tuan rumah berbagai event internasional, sekaligus menjaga tertib administrasi dan pengawasan barang yang keluar masuk wilayah pabean.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR Setujui Hibah Kapal Patroli Jepang Rp205 Miliar untuk TNI AL
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
OJK paparkan tiga fokus arah kebijakan sektor jasa keuangan di 2026
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Pesawat Pelita Air Ditemukan Rusak Parah dan Terbakar 
• 11 menit laluidxchannel.com
thumb
Persib Bandung gagal melangkah ke babak perempat final ACL Two
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Anggota DPRD Muara Enim Berinisial KT dan Anaknya Kena OTT
• 18 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.