BI: Ekonomi Dunia Dalam Tren Melambat, Modal Asing ke Negara Berkembang Makin Selektif

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diprakirakan melambat dari 3,3 persen pada 2025 menjadi 3,2 persen dan dibarengi dengan divergensi pertumbuhan antarnegara. 

BI: Ekonomi Dunia Dalam Tren Melambat, Modal Asing ke Negara Berkembang Makin Selektif. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan prospek perekonomian global dalam tren melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi. 

Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diprakirakan melambat dari 3,3 persen pada 2025 menjadi 3,2 persen dan dibarengi dengan divergensi pertumbuhan antarnegara. 

Baca Juga:
Bank Indonesia Gabung Proyek Nexus, Jadi Solusi Pembayaran Efisien Antarnegara

"Prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi global terutama dipengaruhi oleh dampak tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan berlanjutnya tensi geopolitik, kecuali AS yang diprakirakan meningkat dipengaruhi oleh besarnya stimulus fiskal dan tingginya investasi, termasuk investasi terkait artificial intelligence  (AI)," ujar Perry dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Edisi Februari, Kamis (19/2/2026).

Ekonomi Eropa dan Jepang diprakirakan melambat dipengaruhi kinerja ekspor yang turun sejalan dengan perlambatan ekonomi global serta permintaan domestik yang  belum kuat di tengah pengaruh investasi AI yang meningkat. 

Baca Juga:
Tok! Rapat Paripurna DPR Tetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia

Ekonomi China juga tetap dalam tren melambat akibat konsumsi rumah tangga yang belum kuat, sementara ekonomi India juga belum kuat dengan menurunnya permintaan domestik dan kinerja sektor eksternal. 

Baca Juga:
BI Rate Lagi-Lagi Ditahan di Level 4,75 Persen

Dari pasar keuangan global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) tetap terbuka seiring pasar tenaga kerja yang masih lemah. Yield UST terutama tenor panjang tetap tinggi sejalan dengan peningkatan risiko fiskal AS. 

Perkembangan ini mendorong aliran modal ke negara berkembang terjadi secara selektif, terutama ke saham dan obligasi jangka pendek. Indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY) melemah di tengah kenaikan permintaan terhadap safe haven assets yang mendorong kenaikan harga emas. 

"Ke depan, ketidakpastian perekonomian global diprakirakan tetap tinggi sehingga memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk menjaga daya tahan ekonomi domestik dari rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi," kata Perry.


(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Richard Lee Kembali Diperiksa Polisi sebagai Tersangka Hari Ini
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Sinopsis JEJAK DUKA DIANDRA SCTV Episode 47, Hari Ini Kamis 19 Februari 2026: Dimitri Janji 7 Hari Rebut Hati, Diandra Diguncang Mobil Mewah
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tutup Masa Sidang, Puan Harap Kualitas Pelayanan Ibadah Haji 2026 Semakin Baik
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Hari Pertama Ramadan 2026, Takjil di Jalan Panjang Jakbar Diserbu Pembeli
• 47 menit laludisway.id
thumb
Metro TV dan MUI Teken MoU Hadirkan Siaran Religi Berkualitas
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.