JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Puan Maharani meminta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk mempersiapkan dengan sebaik mungkin penyelenggaraan ibadah haji 2026 atau 1447 H.
Terutama pelayanan terhadap jemaah haji selama menjalankan puncah ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Hal tersebut diingatkan Puan dalam rapat paripurna penutupan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026, di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Baleg Setujui Harmonisasi RUU Pengelolaan Keuangan Haji, Siap Dibawa ke Paripurna
"DPR RI memberi perhatian terhadap kualitas layanan jemaah haji agar semakin baik terutama pelayanan, akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan selama di Arafah, Muzdalifah dan Mina," ujar Puan dalam pidatonya, Kamis.
Kemenhan, minta Puan, juga perlu menyiapkan mitigasi terhadap sejumlah persoalan mengenai pelaksanaan ibadah haji 2026.
"Pemerintah agar menyusun rencana mitigasi untuk mengantisipasi keadaan darurat yang dapat mengganggu pelayanan jemaah haji," kata Puan.
Baca juga: Sumbang Angka Kematian Jemaah Haji hingga 50 Persen, Ini Jurus Pemerintah Mengatasinya
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memperingatkan seluruh Tenaga Pendukung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi agar tidak lalai dalam menjalankan tugas saat pelaksanaan Haji 2026.
Dalam agenda Verifikasi Faktual Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi Tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Irfan menegaskan tentang integritas petugas yang menjadi fondasi utama dalam pelayanan terhadap jemaah haji.
"Saya menuntut standar pelayanan terbaik, tidak boleh ada jemaah yang tidak terlayani dengan layak karena kelalaian petugas," tegas Irfan dalam keterangan pers, Senin (16/2/2026).
Baca juga: Kemenhaj Ingin Gunakan CKG untuk Periksa Kesehatan Calon Jemaah Haji
Menurut Irfan, tugas tenaga pendukung PPIH juga sama dengan petugas haji lainnya yakni menjaga amanah untuk melayani tamu Allah di Tanah Suci.
Karena itu, Irfan mewajibkan seluruh tenaga pendukung untuk mengedepankan dedikasi tinggi dan standar pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia.
"Setiap tenaga pendukung memiliki kewajiban moral untuk melayani jemaah dengan dedikasi penuh," tegas Irfan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




