Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra Sedaya Finance atau Astra Credit Companies (ACC) membeberkan dua cara untuk mendongkrak penyaluran pembiayaan mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) pada 2026.
EVP Corporate Communication ACC Riadi Prasodjo menuturkan strategi utama yang dilakukan adalah fokus pada penguatan kolaborasi dengan mitra dealer melalui optimalisasi program dan event marketing.
“Di sisi lain, kami juga terus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan serta menjalankan langkah mitigasi risiko agar kualitas pembiayaan tetap terjaga di tengah dinamika pasar,” ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (19/2/2026).
ACC, kata Riadi, memandang segmen LCGC berpotensi tumbuh pada 2026. Meskipun, dihadapi dengan tantangan seperti daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, munculnya preferensi segmen kendaraan lain, dan persaingan yang ada.
“Perusahaan juga tetap perlu memperhatikan risiko kualitas kredit di tengah kondisi ekonomi yang dinamis,” sebutnya.
Adapun seiring dengan memperhatikan risiko kualitas kredit, pada Januari 2026 kondisi Non Performing Finance (NPF) ACC di segmen LCGC masih terjaga di bawah 1%.
Baca Juga
- Penjualan LCGC Awal 2026 Lesu, Pembiayaan Leasing Mobil Listrik Makin Ramai
- Penjualan LCGC Masih Lesu di Awal 2026, Multifinance Perketat Pembiayaan
Sementara itu, Riadi menuturkan pembiayaan mobil LCGC di ACC masih menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Akan tetapi, dia tidak membeberkan rinci angka pastinya.
“Pembiayaan LCGC masih memberikan kontribusi yang cukup baik terhadap total portofolio pembiayaan kendaraan perusahaan,” ucapnya.
Di lain sisi, dia pun tidak menampik saat ini terlihat bahwa preferensi konsumen ke segmen kendaraan lain semakin beragam, misalnya ke segmen SUV dan kendaraan listrik.
“Namun, kami masih terus memantau tren dan tetap menyesuaikan strategi untuk mengoptimalkan portofolio terhadap dinamika pasar,” tutupnya.
Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat total penjualan wholesales LCGC pada Januari 2026 sebanyak 10.694 unit, atau turun 22% (year on year/YoY) dibandingkan 13.782 unit pada Januari 2025.
Di lain sisi, penjualan ritel LCGC alias dari dealer ke konsumen sebanyak 9.655 unit, juga mengalami penurunan 25% secara tahunan dibandingkan 12.804 unit pada Januari 2025.




