Thomas Sebut BI hingga Danantara Siapkan Narasi Tunggal Roadshow ke Stakeholders Global

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) bersama jajaran menteri ekonomi tengah memperkuat strategi komunikasi terpadu guna meyakinkan investor global.

Thomas Sebut BI hingga Danantara Siapkan Narasi Tunggal Roadshow ke Stakeholders Global. (Foto Tangkapan Layar)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) bersama jajaran menteri ekonomi tengah memperkuat strategi komunikasi terpadu guna meyakinkan investor global dan lembaga pemeringkat kredit (credit rating agency). Langkah ini diambil untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di awal 2026 tetap terjaga dan memiliki daya tarik investasi yang solid.

Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono mengungkapkan, koordinasi intensif sedang dilakukan antarlembaga untuk menyatukan visi mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Baca Juga:
Analis Sebut Pasar Menunggu Realisasi Janji Reformasi Pasar Modal

“Saat ini kami juga sedang mempersiapkan koordinasi lebih lanjut dalam hal ini dengan Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Danantara, dan bahkan OJK ke depannya untuk membangun sebuah narasi yang terpadu mengenai pertumbuhan ekonomi tadi yang bisa dikhususkan terhadap investor maupun credit rating agency yang akan datang di kemudian hari,” ujar Thomas dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Senada dengan hal tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan empat faktor kunci yang menjamin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap tinggi pada kuartal I-2026. Perry menekankan periode ini akan sangat unik karena bertepatan dengan lonjakan mobilitas masyarakat.

Baca Juga:
Hadapi Turbulensi Usai Laporan MSCI, BEI: Momen Penting Perbaiki Pasar Modal Indonesia

Adanya rentetan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Tahun Baru Imlek, Idulfitri, dan Waisak yang terkumpul di kuartal I-2026. "Ini akan mendorong peningkatan konsumsi," kata Perry.

Baca Juga:
Rosan Mau Roadshow ke Stakeholders Global untuk Beberkan Kondisi Terkini Ekonomi RI

Kebijakan suku bunga dan ekspansi likuiditas yang dilakukan Bank Indonesia untuk menjaga daya beli dan geliat usaha. Kemudian, kebijakan anggaran dari Kementerian Keuangan yang selaras dengan kebutuhan pasar.

Menurut Perry, implementasi program kesejahteraan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga hilirisasi sektor riil yang dikelola oleh Danantara.

Perry menegaskan, kunci utama dari stabilitas ekonomi saat ini adalah kolaborasi erat dengan Kementerian Keuangan dan lembaga terkait lainnya untuk memastikan pasar keuangan tidak mengalami kekeringan modal.

“Sebagaimana diketahui kami sinergi dengan Pak Menteri Keuangan, Kementerian Keuangan, sama-sama bagaimana memastikan likuiditas itu ada di pasar keuangan dan perbankan. Bagaimana sama-sama itu mendorong di sektor riil baik melalui stimulus fiskal maupun dari kami dari berbagai insentif likuiditas maupun dari dukungan likuiditas dan juga sama-sama juga bagaimana menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Perry.

Upaya ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan di sektor riil, tetapi juga memberikan kepastian bagi para investor bahwa Indonesia memiliki manajemen ekonomi yang solid, transparan, dan terukur.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Liga Inggris: Arsenal ditahan Imbang Wolves 1-1, Gagal Menjauh dari Man City
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Perpanjang Masa Pencekalan Yaqut dan Gus Alex ke Luar Negeri
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Kota Depok Sebulan Penuh, Simpan Biar Nggak Kesiangan
• 20 jam laludisway.id
thumb
Pengusaha Minta Pemerintah Siapkan Industri Hilir Sebelum Setop Ekspor Timah
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Mahasiswa STIK angkatan 83/WPS Sumbang 70 Ekor Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh
• 20 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.