JAKARTA, DISWAY.ID - Polda Metro Jaya terus memperkuat pengamanan di sejumlah titik rawan tawuran dan kejahatan jalanan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengerahkan personel Brimob untuk membantu satuan kewilayahan, terutama pada jam-jam rawan.
BACA JUGA:KKP Patok Stok Ikan Nasional 7,3 Juta Ton Hingga Maret 2026, Aman Jelang Lebaran
BACA JUGA:Pilot Pesawat Kargo Pelita Air yang Jatuh di Kalimantan Meninggal
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan kehadiran Brimob di lapangan merupakan bentuk bantuan penguatan bagi jajaran wilayah.
'Kehadiran Brimob di kewilayahan merupakan bantuan penguatan bagi satuan kewilayahan, khususnya pada titik dan jam rawan. Brimob memiliki kemampuan penanggulangan gangguan keamanan berintensitas tinggi, namun juga dapat dilibatkan dalam kegiatan preventif," katanya kepada disway.id, Kamis 19 Februari 2026.
Menurutnya, selain memiliki kemampuan menghadapi gangguan berintensitas tinggi, personel Brimob juga diterjunkan dalam patroli skala besar, penguatan jumlah personel di lokasi tertentu, hingga respons cepat guna mencegah potensi tawuran dan aksi kejahatan jalanan.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur yang kerap disebut sebagai lokasi pertemuan kelompok tawuran.
BACA JUGA:Pesawat Pelita Air Service Jatuh di Nunukan Saat Angkut BBM!
BACA JUGA:Cara Dapat Tiket Gratis Masuk Ancol Saat Ramadhan 2026, Ngabuburit Puasa ke Pantai
Selain Duren Sawit, beberapa wilayah lain juga masuk dalam pemetaan titik rawan.
"Fenomena tawuran di sejumlah titik seperti Duren Sawit dan wilayah lainnya sering kali dipicu faktor kebiasaan. Karena itu, kami memfokuskan langkah pengawasan preventif dan preemtif di titik-titik tersebut," jelasnya.
Untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya pengendara dan pekerja yang melintas pada malam hingga dini hari, Polda Metro Jaya mengintensifkan patroli rutin dan patroli pada jam rawan.
Selain itu, penempatan personel dilakukan di lokasi-lokasi strategis guna mencegah munculnya kerumunan yang berpotensi memicu tawuran.
"Jika terdeteksi adanya aktivitas berkumpul yang berpotensi mengarah pada tawuran, petugas akan segera melakukan langkah pencegahan," ujarnya.
- 1
- 2
- »





