Dimarahi Ibunya dan Sempat Unggah Chat di Status, Siswi SD Nekat Gantung Diri

realita.co
6 jam lalu
Cover Berita

DEMAK (Realita)- Sekar Aulia Hana (13), seorang siswi salah satu SD Islam Favorit di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, ditemukan  meninggal dalam posisi tergantung di rumahnya, Kamis (12/2/2026).

Korban diduga kuat bunuh diri lantaran tidak ditemukan  tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Peristiwa itu bermula saat ibu korban pulang ke rumah pada Kamis sekitar pukul  18.00 WIB.

Ibu korban kaget melihat anaknya sudah dalam posisi tergantung menggunakan selendang lurik yang diikatkan  di besi pull up dalam rumahnya. Ia langsung berlari ke luar rumah meminta pertolongan. 

Baca juga: Diduga Stres Terlilit Hutang, Karyawati BPS Nekat Gantung Diri

Dengan bantuan tetangganya, ibu korban membawa anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah KRMT Wongsonegoro.

Baca juga: Tragedi Anak SD di NTT: Pakar Soroti Tekanan Psikososial dan Kegagalan Sistem Perlindungan

Namun,  hasil pemeriksaan menyatakan, Sekar sudah meninggal sejak dua hingga enam jam sebelum pemeriksaan.

Kepala Satuan  Reserse Kriminal Kepolisian Resor Demak Inspektur Satu Anggah Mardwi Pitriyono mengatakan, korban dinyatakan mati  lemas akibat terputusnya asupan oksigen. Pada tubuhnya juga terdapat bekas jeratan di leher.

”Ada tanda-tanda khas  gantung diri, seperti lidah yang tergigit, terdapat cairan kencing yang keluar dari alat kelamin,” kata Anggah saat dihubungi,  Jumat (13/2/2026).

Polres Demak saat ini memeriksa ibu kandung siswi tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

"Ibunya statusnya masih saksi. Cuma masih sulit diperiksa karena namanya kehilangan anak, pasti berat. Sering bengong  dan berkaca-kaca, masih trauma. Ya kalau punya rasa benci terhadap korban, tentu tak menunjukan respon seperti itu,"  kata Kasatreskrim Polres Demak, AKP Anggah Mardwi Pitriyono.

Tetapi, belakangan ia mendapat informasi kalau hubungan  antara Sekar dan ibu kandungnya beberapa kali diwarnai pertengkaran karena pesan singkat. Belakangan memang tersebar  chat korban dengan ibunya yang mana ibunya memaki-maki korban.

Baca juga: Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Siswa Kelas IV SD Gantung Diri

“Chat itu terjadi karena korban tidak balas pesan dan telepon, jadi ibunya khawatir. Anak itu ternyata juga punya  kecenderungan seperti itu, sehingga orangtunya sering khawatir. Apalagi masih sekolah, perempuan, kalau pulang dan  berangkat, tidak sama orangtuanya,” paparnya.

Polres Demak pun sampai sekarang masih terus melakukan penyelidikan  untuk mengetahui penyebab pasti korban memilih gantung diri. Kasus ini juga menjadi sulit untuk menggali keterangan  karena ibu kandung korban masih trauma untuk dimintai keterangan lebih dalam.ham

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bikin Macet Saat Jam Sekolah, Mobil Towing Polisi di Jakbar Diderek Dishub Usai Dikeluhkan Warga
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
P2G Gugat Anggaran MBG, Menkeu Purbaya: Lemah, Pasti Kalah
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Kemensos-BPS Mulai Ground Check Penerima BPJS PBI, Warga Diminta Beri Data Jujur
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
3 Kiat Memilih Lipstick Sesuai Undertone agar Riasan Tidak Terlihat Kusam
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Omzet Menurun, Penjual Busana Muslim di Kincai Plaza Sepi Pembeli
• 23 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.