Jakarta: Perbedaan durasi puasa antarnegara kembali menjadi perhatian setiap memasuki bulan suci Ramadan. Faktor letak geografis dan panjang waktu siang sangat mempengaruhi lamanya umat Islam menjalankan ibadah puasa, yang dimulai dari fajar hingga matahari terbenam.
Pada Ramadan 2026, sejumlah negara tercatat memiliki durasi puasa tercepat atau terpendek di dunia, dengan waktu siang yang relatif lebih singkat dibanding wilayah lain.
Secara umum, negara-negara di kawasan Asia dan Timur Tengah memiliki waktu puasa yang lebih moderat. Di Arab Saudi, durasi puasa tercatat sekitar 12 jam 42 menit. Sementara di Jepang dan Turki, rata-rata waktu puasa sekitar 12 jam. Daftar Negara dengan Durasi Puasa Tercepat 2026
Ilustrasi freepik
Melansir dari unggahan Instagram Seasia.stats, berikut beberapa negara dengan durasi puasa terpendek tahun ini:
- Finlandia – 11 jam 53 menit
- Rusia – 12 jam
- Britania Raya – 12 jam 8 menit
- Spanyol – 12 jam 23 menit
- Turki – 12 jam 23 menit
- Amerika Serikat – 12 jam 25 menit
- Jepang – 12 jam 30 menit
- Pakistan – 12 jam 30 menit
- Arab Saudi – 12 jam 42 menit
- Kenya – 13 jam 19 menit
Negara-negara tersebut mengalami waktu siang yang lebih lama, sehingga puasa di negara tersebut berlangsung dari fajar hingga matahari terbenam dalam waktu lebih lama.
Baca Juga :
Negara dengan Waktu Puasa Terlama di Dunia, Bisa Mencapai 20 JamSebaliknya, negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa memiliki durasi siang dan malam yang relatif stabil sepanjang tahun. Bagaimana Durasi Puasa di Indonesia? Di kawasan Asia Tenggara, durasi puasa cenderung lebih seimbang dan tidak terlalu ekstrem. Di Indonesia, waktu puasa Ramadan 2026 rata-rata mencapai 13 jam 28 menit.
Mengutip data dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya memiliki durasi puasa sekitar 13 jam. Sementara di wilayah timur Indonesia, seperti Papua, waktu puasa bisa sedikit lebih pendek.
Hal ini karena Indonesia berada di sekitar garis khatulistiwa, sehingga panjang siang dan malam tidak mengalami perbedaan drastis sepanjang tahun.
(Jessica Nur Faddilah)




