Brilio.net - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memberikan pernyataan menarik saat menghadiri Sidang Dewan Pleno Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia secara terbuka menceritakan dinamika organisasinya, termasuk interaksi dengan putranya sendiri, Muhammad Fadli Lahadalia, yang juga aktif di organisasi pengusaha tersebut.
Bahlil menekankan bahwa dalam dunia organisasi dan bisnis, tidak ada tempat untuk hak istimewa atau privilege berdasarkan garis keturunan. Menurutnya, setiap individu, termasuk anak-anaknya, wajib melewati tahapan-tahapan perjuangan dari bawah untuk membentuk karakter dan kapasitas yang mumpuni.
BACA JUGA :
Ngaku sudah biasa dihina sejak kecil, Bahlil maafkan penyebar meme di media sosial asal tidak rasis
Kritik Bahlil terhadap Sepak Terjang Putranya di Organisasi
foto: YouTube/HIPMI TV
Dalam rekaman yang beredar, Bahlil mengungkapkan bahwa ia sempat mengkritisi sang anak yang konon hendak menjabat sebagai Bendahara HIPMI DIY saat masih berstatus mahasiswa. Meskipun sang anak sudah menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI PT UGM, Bahlil merasa jabatan Bendahara Umum wilayah terlalu dini bagi rekam jejaknya.
BACA JUGA :
Menteri Bahlil ajak warga kerja di Sumur Rakyat, gaji lebih besar dari PNS
"Ya, dia dari Ketum HIPMI PT UGM, udah mau jadi Bendahara HIPMI DIY. Saya bilang 'Kau masih mahasiswa'. Saya bilang ini, ya saya harus jujur, saya pernah kritisi dia. 'You enggak bisa, you harus BPC dulu, kau tidak mengikuti'," ujar Bahlil menceritakan percakapan dengan putranya, dikutip brilio.net dari YouTube HIPMI TV, Kamis (19/2/2026).
Baginya, jam terbang adalah variabel yang tidak bisa ditawar dalam mencapai posisi kepemimpinan yang kredibel.
Pesan untuk Kader HIPMI: Prestasi Bukan Karena Nama BesarMeski sang putra mencoba memberikan argumentasi bahwa ia berproses dari tingkat perguruan tinggi (HIPMI PT), Bahlil tetap meminta pengurus HIPMI lainnya untuk tidak memberikan perlakuan khusus. Ia mengingatkan agar para kader tidak segan untuk memberikan tantangan atau "perpeloncoan" organisasi secara sehat kepada anaknya.
“Eh, Ketua Umum benar itu? Benar? Tapi kamu plonco dia ya. Jangan karena kamu anggap dia anak dari mantan Ketua Umum terus kamu kasih privilege, enggak ada. Bagi saya enggak ada privilege bagi anak-anak saya,” lanjut Bahlil disambut tawa para hadirin.
Bahlil menutup pesannya dengan menegaskan bahwa di HIPMI, semua anggota memiliki kedudukan yang sama. Kesuksesan tidak ditentukan oleh siapa orang tuanya, melainkan oleh pembuktian nyata dan prestasi individu.
"Jadi, tapi menurut saya kau belum saatnya untuk jadi bendahara umum. Ya. Ya, Bapak akui kau bisa, terkecuali kau berprestasilah kira-kira. Enggak tahan mengikuti prestasi Bapaknya. Enggak bisa Nak, enggak bisa. Kau harus banyak jam terbang baru bisa. Ya. Enggak bisa. Tapi itu tantangan, tantangan, itu pilihan. Kenapa saya mau ngomong ini? Di HIPMI itu jangan karena kita merasa anak A, anak B, anak C, enggak ada perbedaan di HIPMI," pungkasnya.
FAQ HIPMI1. Apa itu HIPMI PT yang disebut oleh Bahlil Lahadalia?
HIPMI PT (Perguruan Tinggi) adalah otonom dari organisasi HIPMI yang dikhususkan bagi mahasiswa di lingkungan kampus. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini di kalangan akademisi.
2. Apa yang dimaksud dengan BPC dalam struktur organisasi HIPMI?Badan Pengurus Cabang (BPC) biasanya merujuk pada jenjang pengkaderan atau badan pengurus di tingkat tertentu dalam struktur HIPMI yang harus dilalui oleh setiap anggota sebelum menempati jabatan yang lebih tinggi di tingkat daerah (BPD) maupun pusat (BPP).
3. Mengapa Bahlil Lahadalia sangat menekankan aspek "jam terbang"?Bahlil dikenal sebagai tokoh yang memulai kariernya benar-benar dari bawah, mulai dari sopir angkot hingga pengusaha sukses. Baginya, pengalaman lapangan memberikan insting bisnis dan kepemimpinan yang tidak bisa didapatkan hanya dari teori atau fasilitas orang tua.
4. Siapa Muhammad Fadli Lahadalia yang disebutkan dalam berita?Muhammad Fadli Lahadalia adalah putra dari Bahlil Lahadalia. Ia menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan aktif memimpin organisasi pengusaha muda di tingkat kampus tersebut.
5. Bagaimana tanggapan umum terhadap sikap antikorupsi/antiprivilege dalam organisasi?Secara organisatoris, penekanan pada proses meritokrasi (berdasarkan kemampuan) dianggap sehat untuk menjaga keberlanjutan organisasi agar dipimpin oleh orang-orang yang berkompeten, bukan sekadar karena faktor dinasti.





