REPUBLIKA.CO.ID,LONDON — Kepolisian Inggris melaporkan lonjakan tajam terjadinya kasus pelecehan seksual terhadap anak dalam lima tahun terakhir. Badan Kejahatan Nasional (NCA) mengungkapkan, sekitar 1.000 terduga pedofilia ditangkap setiap bulan. Sementara itu, jumlah anak yang berhasil diselamatkan dari bahaya pelecehan seks meningkat hingga 50 persen.
Direktur Jenderal Operasi NCA Rob Jones menyatakan, pertumbuhan angka kejahatan ini didorong oleh perkembangan teknologi dan proses radikalisasi pelaku di forum daring. Platform-platform tersebut memberikan ruang bagi para pelaku untuk melegalkan perilaku menyimpang mereka, seperti dilaporkan The Guardian, Selasa (17/2/2026).
Baca Juga
Masjid Istiqlal Usung Tema Ramadhan Hijau, Dorong Kesadaran Lingkungan
KPK Dalami Dugaan Gratifikasi Fasilitas Jet Pribadi untuk Menag Nasaruddin Umar
Anak Muda Mesti Tahu! Ini Alasan UBSI Kampus Purwokerto Dijuluki Kampus Digital Kreatif
Peran algoritma dan media sosial
Berdasarkan temuan NCA, sebagian besar kontak dengan anak-anak terjadi di platform media sosial arus utama. Ironisnya, algoritma platform tersebut justru mendorong konten pedofilia kepada pengguna yang sebelumnya pernah menunjukkan ketertarikan pada materi serupa.
"Ancaman ini semakin memburuk meskipun kami telah berupaya maksimal. Akses terhadap anak-anak di dunia maya kini jauh lebih mudah,"ujar Jones.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia menambahkan, para pelaku kini berkoordinasi melalui dark web, namun menggunakan jaringan internet terbuka (open web) sebagai sarana untuk mengidentifikasi dan melecehkan anak-anak yang rentan.