Takjil sering jadi momen yang paling ditunggu saat buka puasa, apalagi oleh anak-anak yang sudah seharian menahan lapar dan haus. Namun, memilih takjil sebaiknya tidak hanya menggugah selera, tapi juga aman, ringan di pencernaan, dan bernutrisi agar energi anak kembali tanpa membuat perut “kaget”.
Setelah berpuasa, kadar gula darah anak cenderung turun. Karena itu, makanan pembuka idealnya mengandung cairan, gula alami, serta tekstur lembut. Prinsip ini juga sejalan dengan anjuran para ahli gizi anak dan organisasi kesehatan seperti IDAI dan WHO, yang menyarankan pemberian makanan bergizi seimbang dan mudah dicerna saat anak kembali makan setelah jeda panjang.
Takjil yang Aman untuk Anak: Ringan, Manis Alami, dan BernutrisiAlih-alih gorengan atau minuman tinggi gula tambahan, Anda bisa memilih takjil yang memberi energi bertahap sekaligus menjaga kesehatan pencernaan si kecil. Berikut beberapa ide yang bisa dicoba di rumah.
1. Kurma
Kurma adalah pilihan klasik sekaligus paling praktis. Kandungan gula alaminya (glukosa dan fruktosa) cepat mengembalikan energi, ditambah serat yang membantu pencernaan. Teksturnya juga lembut sehingga aman untuk anak. Cukup 1–3 butir saja, tidak perlu berlebihan.
2. Sup buah atau potongan buah segar
Semangka, melon, pepaya, atau pisang kaya air dan vitamin. Sajikan tanpa sirup berlebihan. Jika ingin lebih menarik, tambahkan yogurt plain atau sedikit madu. Buah membantu hidrasi sekaligus mengisi perut dengan ringan.
3. Puding susu atau puding santan rendah gula
Teksturnya lembut dan mudah ditelan, cocok untuk anak yang belum nafsu makan berat. Gunakan susu sebagai sumber protein dan kalsium, serta kurangi gula agar tidak memicu lonjakan gula darah.
4. Bubur kacang hijau
Menu tradisional ini kaya protein nabati, zat besi, dan serat. Sajikan hangat dengan santan tipis atau susu agar lebih ringan. Bubur membantu anak merasa kenyang lebih lama sebelum makan utama.
5. Smoothie homemade
Campuran buah, susu, dan selai kacang atau oatmeal bisa jadi takjil praktis yang padat gizi. Hindari gula tambahan berlebihan. Smoothie membantu menghidrasi sekaligus memberi karbohidrat, protein, dan lemak sehat dalam satu gelas.
6. Roti gandum isi telur atau keju
Jika anak ingin yang agak “mengenyangkan”, roti gandum isi protein seperti telur rebus atau keju bisa jadi pilihan. Ini membantu menyiapkan energi sebelum salat Magrib atau makan besar.
7. Air putih atau infused water
Jangan lupakan cairan. Biasakan anak minum air putih dulu sebelum makanan manis. Tubuh yang terhidrasi lebih siap menerima makanan dan mencegah anak makan berlebihan.
Takjil yang Sebaiknya DibatasiSesekali boleh, tetapi jangan dijadikan menu harian:
Gorengan berminyak (risiko begah dan sakit perut)
Minuman bersirup atau soda tinggi gula
Jajanan berpewarna mencolok dan terlalu manis
Makanan pedas atau terlalu asam
Makanan tersebut bisa membuat perut anak tidak nyaman, bahkan memicu mual setelah seharian kosong.
Tips Menyusun Pola Buka Puasa AnakCoba terapkan urutan sederhana:
cairan → manis alami → jeda sebentar → makan utama seimbang.
Pola ini membantu tubuh beradaptasi pelan-pelan, sehingga anak tidak kekenyangan atau lemas setelah berbuka.
Pada akhirnya, takjil bukan sekadar camilan, tapi “jembatan energi” sebelum makan malam. Dengan pilihan yang tepat, momen buka puasa bisa tetap menyenangkan sekaligus menyehatkan untuk si kecil.





