JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan ikan nasional tetap aman dan harga terkendali menjelang Ramadan hingga Idulfitri.
Pemerintah menyiapkan pasokan dari sektor budidaya sebagai penopang utama untuk memenuhi lonjakan permintaan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasar.
BACA JUGA:VIRAL! Lirik Lagu 'Balada Nabi Yusuf' untuk Bangunkan Sahur, Sebelas Bintang Matahari dan Rembulan Malam...
BACA JUGA:Cara Dapat Tiket Gratis Masuk Ancol Saat Ramadhan 2026, Ngabuburit Puasa ke Pantai
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, menegaskan pengawasan mutu produk terus diperketat agar ikan yang beredar aman dikonsumsi.
KKP juga aktif menyosialisasikan larangan penggunaan bahan berbahaya kepada pedagang dan pemasok.
“Selama ini tidak ada temuan produk perikanan budidaya yang mengandung bahan berbahaya. Kami rutin melakukan pembinaan. Jika ditemukan pelanggaran, produk langsung ditarik dari peredaran,” ujar dia, di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.
BACA JUGA:Penabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla Bersedia Ganti Rugi Sebesar Rp25 Juta
BACA JUGA:Kembali Jadi Pimpinan Komisi III DPR, Momentum Ahmad Sahroni Tebus Dosa Masa Lalu
Berdasarkan survei KKP, konsumsi ikan saat Ramadan dan Idulfitri meningkat sekitar 10–20 persen dibanding bulan biasa.
Selama tiga bulan awal tahun, kebutuhan nasional diperkirakan mencapai hampir 1,94 juta ton, dengan sekitar 700 ribu ton terserap pada periode Ramadan dan Lebaran. Meski permintaan naik, harga ikan budidaya dinilai relatif stabil.
Tb Haeru menjelaskan, komoditas seperti lele dan nila hanya mengalami fluktuasi tipis. Kenaikan harga lebih sering terjadi pada ikan tangkap akibat faktor musim dan kondisi cuaca.
“Kalau stok tersedia dan distribusi lancar, harga tetap terkendali,” katanya.
BACA JUGA:Pesawat Pelita Air Service Jatuh di Nunukan Saat Angkut BBM!
BACA JUGA:Dinilai Cemarkan Nama Baik Presiden, LBH Salemba Tempuh Jalur Hukum Pidanakan Wali Kota Denpasar
- 1
- 2
- »





