Sergey Lavrov Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia menyatakan negaranya dan Amerika Serikat (AS) berpeluang menjalankan sejumlah proyek yang saling menguntungkan setelah perang di Ukraina berakhir.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Arabiya, Lavrov mengatakan konflik tersebut perlu diselesaikan terlebih dahulu sebelum kedua negara melanjutkan kerja sama strategis.
“Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan bahwa itu (perang di Ukraina) bukan perangnya, melainkan perang Joe Biden (Presiden AS sebelumnya–red). Dia berusaha mengakhirinya secepat mungkin. Itu fakta yang sudah diketahui umum,” kata Lavrov seperti dikutip Sputnik, Kamis (19/2/2026).
“Tetapi perang ini telah menjadi salah satu masalah global utama. Oleh karena itu, pertama-tama hal itu perlu disingkirkan, dan kemudian kita dapat mengerjakan proyek-proyek yang saling menguntungkan,” imbuhnya.
Lavrov menegaskan Rusia tidak menginginkan perang dan berharap kekuatan politik di Eropa yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat dapat berperan dalam menciptakan stabilitas kawasan.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menilai hubungan Rusia dan AS bersifat pragmatis karena kedua negara saling mengakui kepentingan nasional masing-masing.
“Hubungan keduanya pragmatis. Kami memang berkomunikasi. Kami memahami bahwa kami harus menggunakan akal sehat. Kami mengakui kepentingan nasional AS,” katanya. (bil)




