Kini Pasokan BBM dan LPG ke Luwu Raya Kembali Normal

eranasional.com
4 jam lalu
Cover Berita

Luwu, ERANASIONAL.COM – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG di wilayah Luwu Raya sempat terganggu selama aksi demonstrasi yang memblokade jalur utama Trans Sulawesi.

Pemblokiran ini menyebabkan pasokan BBM tersendat ke beberapa SPBU, terutama di Luwu Timur, namun kini kondisi kembali normal.

Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, mengatakan gangguan distribusi telah diatasi melalui mekanisme RAE (Regular Alternative Emergency).

Dalam mekanisme ini, suplai yang biasanya datang dari Terminal Palopo dialihkan sementara dari Terminal Poso untuk wilayah Luwu Timur.

“Daerah Luwu Raya sempat terjadi kendala distribusi kurang lebih lima hari kemarin, kita tidak bisa supply di akhir. Tetapi berkat koordinasi dengan seluruh pihak, dengan provinsi, kabupaten, APH, TNI, Polri, kemarin kami sudah berhasil melakukan recovery build up stok,” jelas Yoga, Rabu (18/2).

Yoga menambahkan, untuk memastikan pasokan energi tetap stabil selama Ramadan, Pertamina menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi di wilayah Luwu Raya.

Langkah ini mencakup pemantauan distribusi BBM dan LPG, serta penyesuaian jalur suplai jika terjadi kendala.

“Ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak, dengan provinsi, dengan kabupaten dan juga seluruh APH stakeholder untuk memastikan ketersediaan energi, jaminan pasokan di wilayah Luwu Raya baik untuk BBM maupun LPG,” ujar Yoga.

Sebelumnya Holopis.com memberitakan, akses jalan Trans Sulawesi di Luwu sempat tertutup akibat aksi massa sehingga menghambat mobil tangki Pertamina dan memicu kelangkaan BBM.

Bahkan akibat akses di blokir, harga BBM pertalite di pengecer dijual tembus Rp40 ribu satu liter.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan aparat terkait terus memfasilitasi pembukaan jalur agar distribusi energi kembali lancar.

Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan bahwa aksi blokade jalan memang dimaksudkan sebagai bentuk perjuangan.

Namun, tindakan tersebut justru menyulitkan masyarakat Luwu sendiri, termasuk terganggunya rujukan medis dan suplai kebutuhan pokok.

“Melakukan aksi dengan menutup jalan itu secara tidak langsung sebenarnya menyusahkan orang Luwu sendiri. Karena toh kalau ada yang sakit mau dirujuk dan seterusnya,” kata Jufri, Selasa (27/1) lalu.

Secara umum, Pertamina memastikan stok BBM dan gas LPG di Sulawesi Selatan, termasuk di kawasan Luwu Raya, dipastikan aman selama bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan data Pertamina, ketersediaan LPG 3 kg tercatat cukup untuk 17,7 hari, Pertalite 9 hari, Pertamax 9,4 hari, dan Pertamax Turbo 11,8 hari.

Untuk jenis solar, stok Biosolar tersedia untuk 7,4 hari, sementara Pertamina Dex tercatat sangat panjang mencapai 400 hari karena permintaan yang relatif kecil. Sementara itu, avtur di Sulsel cukup untuk 5 hari ke depan.

Penyaluran BBM dan LPG di wilayah ini ditunjang oleh tiga terminal BBM yang berada di Makassar, Parepare, dan Palopo, serta depot LPG di Bosowa.

Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan energi tetap stabil selama Ramadan dan Idulfitri, terutama menghadapi potensi lonjakan konsumsi di masa mudik dan arus balik. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 Pria Peras Jukir di Terminal Depok: Ngaku Polisi hingga Bawa Pistol
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Riva Siahaan Singgung Tuduhan Oplos BBM hingga Rugikan Negara Rp 1.000 T Tak Ada di Dakwaan
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Anggaran Tak Memadai, Program Gentengisasi Masih Dikaji untuk Hunian Tetap Bencana Sumatera
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan, Ada Korban Tewas
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Perkara Suap Hakim CPO, Jaksa Tuntut Pencabutan Profesi Advokat Marcella
• 21 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.