KKP Prediksi Permintaan Ikan Naik 20% saat Ramadan-Lebaran 2026

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan permintaan ikan akan meningkat hingga 20% selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026 seiring lonjakan konsumsi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud mengatakan hasil survei KKP menunjukkan permintaan ikan selama Ramadan dan Idulfitri meningkat sekitar 10%–20% dibandingkan bulan-bulan biasa.

Dengan kebutuhan ikan sepanjang Januari–Maret 2026 yang diperkirakan mencapai sekitar 1,94 juta ton, maka kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri diproyeksikan berada di kisaran 700.000 ton.

“Di bulan Ramadan dan Idulfitri itu kemungkinan sekitar 700 [ribu ton] di prognosa kami dan pengalaman sebelumnya sekitar 700.000-an ton, kenaikannya sekitar 10–20% dari bulan-bulan biasa. Itu yang hasil survei kami, itu prognosa kami,” kata Machmud dalam konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Machmud mengatakan kenaikan permintaan tersebut merupakan pola musiman yang terjadi hampir setiap tahun menjelang Ramadan dan Lebaran. Meski demikian, dia menilai kenaikan harga ikan masih dalam batas wajar dan relatif dapat ditoleransi.

“Mungkin harus jelas ikan apa yang naik, kemudian jenisnya, kemudian produknya dalam bentuk olahan atau segar. Karena kalau kita lihat dari data itu, memang kalau misalkan terjadi kekurangan ikan, stoknya enggak ada, terus permintaannya tinggi, maka akan naik harganya. Ini supply demand sangat memengaruhi,” ujarnya.

Baca Juga

  • KKP Klaim MBG Tak Picu Lonjakan Harga Ikan di Pasar
  • KKP Perkirakan Produksi Ikan Capai 1,73 Juta Ton saat Ramadan-Lebaran 2026
  • KKP Bakal Bangun 200 Kampung Nelayan Merah Putih di Papua Tahun Ini

Berdasarkan data inflasi yang dimiliki KKP, Machmud menyebutkan kenaikan harga ikan secara umum tidak terlalu besar. Untuk ikan budidaya, pergerakan harga cenderung stabil dengan selisih yang sangat kecil.

“Kalau ikan budi daya itu relatif tidak naik, tidak turun, selisihnya sedikit sekali. Contoh lele Rp25.000–Rp26.000, nila juga sekitar Rp28.000. Ikan patin juga demikian,” ujarnya.

Adapun, fluktuasi harga lebih sering terjadi pada ikan tangkap yang sangat dipengaruhi oleh faktor musim. Namun, selama stok masih tersedia, terutama dari cold storage, kenaikan harga dapat diredam.

“Kalau stok masih ada, itu dari cold storage keluar menuju pasar. Itu yang dilakukan oleh para pedagang sehingga harganya tidak terlalu tinggi,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Buka Opsi Panggil Petinggi PSI dan Ketum Pemuda Pancasila Ini di Kasus Dugaan Gratifikasi
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Update Pesawat Jatuh di Nunukan: Pesawat Ditemukan Hangus Terbakar, Pilot Dilaporkan Tewas
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Innalilahi! Diding Boneng Dilarikan ke Rumah Sakit Sejak Semalam
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Waktu Terbaik Minum Air Kelapa Biar Manfaatnya Maksimal
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prabowo: Saat Menjabat Saya Bertekad Jalankan Kebijakan "Good Neighbour Policy"
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.