SURABAYA (Realita)— Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menegaskan perannya dalam peningkatan mutu pendidikan jasmani nasional. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, UNESA memperkenalkan pendekatan pedagogis untuk mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Kegiatan bertajuk “Pendekatan Pedagogis dalam Mengintegrasikan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam PJOK” ini digelar bekerja sama dengan Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Jawa Timur dan diikuti guru-guru PJOK dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Baca juga: Unesa Jadi Tuan Rumah Pertemuan Asipena, Dorong Kolaborasi Inovasi Pendidikan
Program tersebut dipimpin dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan UNESA, Muchamad Arif Al Ardha, dengan melibatkan sejumlah akademisi, antara lain Prof. Nurhasan, Prof. Advendi Kristiyandaru, Dr. Heryanto Nur Muhammad, serta Rahmawati Al Adha Nikmah. Tim pengabdian ini mengombinasikan keahlian di bidang pedagogi olahraga, kurikulum, dan pengembangan karakter peserta didik.
Menurut Arif Al Ardha, pembelajaran PJOK tidak seharusnya berhenti pada penguasaan keterampilan motorik. “Melalui pendekatan pedagogis yang tepat, pembelajaran jasmani dapat menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan empati,” kata dia dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: Mahasiswa UNESA Bikin Bangga Indonesia
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi berupa model pembelajaran, strategi refleksi, serta contoh praktik baik yang dapat diterapkan di sekolah. Lapangan olahraga diposisikan sebagai ruang belajar nilai, bukan sekadar arena aktivitas fisik.
Kolaborasi dengan IGORNAS Jawa Timur, kata Arif, menjadi kunci agar pendekatan yang dikembangkan tetap relevan dengan kondisi riil sekolah. Melalui jejaring organisasi profesi guru, inovasi pedagogis ini diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah.
Baca juga: Unesa Dorong Mahasiswa Tangkap Peluang Bisnis Ramadan
Melalui program ini, UNESA menegaskan komitmennya dalam mencetak guru PJOK yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga berperan sebagai agen pembentukan karakter. Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran jasmani diharapkan berkontribusi pada lahirnya generasi muda yang sehat, berintegritas, dan berdaya saing.yudhi
Editor : Redaksi





