jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman) pada Rabu (18/2).
Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang selalu digelar.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Keluarkan Imbauan Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi
Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin hadir bersama jajaran Forkopimda dan Kepala OPD untuk menyerap aspirasi sekaligus mempererat silaturahmi dengan warga.
Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian safari Ramadan yang dijadwalkan berlangsung di 16 kecamatan serta berbagai masjid di lingkungan kantor Forkopimda se-Kota Semarang.
BACA JUGA: Catat! Pemkot Semarang Berlakukan Pengaturan Jam Operasional Tempat Hiburan
"Malam hari ini memiliki makna yang sangat istimewa, karena menjadi awal dari rangkaian Tarawih Keliling Pemerintah Kota Semarang tahun 2026. Kehadiran di tengah panjenengan semua adalah kebahagiaan, karena Ramadan membawa pesan universal tentang kesabaran dan kepedulian yang menjadi pondasi penting dalam membangun kota yang kita cintai," ujar Iswar Aminuddin.
Masjid Kauman sendiri telah menyiapkan berbagai kegiatan selama Ramadan antara lain tadarusan sehabis salat subuh, kajian Tafsir Alquran selepas sholat dzuhur, buka bersama, dan sholat tarawih.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Gerak Cepat ke Lokasi Banjir di Rowosari dan Meteseh, Tembalang
Iswar menekankan ibadah puasa tidak boleh menyurutkan semangat pelayanan publik meski terdapat penyesuaian jam kerja bagi aparatur sipil negara.
Pemkot Semarang berkomitmen memastikan fasilitas publik dan keamanan kota tetap berjalan optimal demi kenyamanan masyarakat selama bulan suci.
Selain itu, warga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar tempat ibadah dan pusat kuliner takjil agar suasana ibadah tetap khusyuk.
"Mari pastikan niat yang tertanam di awal Ramadan ini cukup kuat agar kita bisa menuai keberkahan melimpah. Saya juga mengajak rekan-rekan Pemkot untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak berkurang sedikit pun meski sedang menjalankan ibadah puasa," tambahnya.
Selain itu, Iswar juga menyoroti kesiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI yang akan digelar pada September 2026 mendatang.
Momentum ini menandai kembalinya ajang bergengsi tersebut ke Ibu Kota Jawa Tengah setelah terakhir kali menjadi tuan rumah pada tahun 1979.
Kehadiran ribuan tamu dari seluruh penjuru Indonesia diproyeksikan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari sektor UMKM, kuliner, hingga perhotelan dan travel.
"Tahun ini Kota Semarang dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Nasional 2026 pada bulan September mendatang, sebuah amanah besar yang harus kita siapkan bersama. Momentum ini adalah kesempatan menunjukkan bahwa Semarang adalah kota yang ramah, religius, dan menjunjung tinggi toleransi," pungkasnya. (jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Gelar Takbir Keliling, Masjid Agung Semarang Sebut Tradisi Sambut Idulfitri
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com




