Anggota DPRD Sulsel Fadriaty Perjuangkan Bantuan ke Luwu

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, BELOPA — Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Partai Demokrat, Fadriaty AS, menggelar reses dan silaturahmi masa sidang 2026 di Tampumia Radda, Kecamatan Belopa, Kamis, 19 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan titik keenam dari rangkaian reses yang dijalankan. Masih ada tiga titik reses lain yang akan dikunjungi.

“Reses ini adalah kewajiban bagi seluruh anggota dewan. Sebanyak 86 anggota DPRD Sulsel melaksanakan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat,” ujar Fadriaty saat kegiatan yang berlangsung di Warkop D’Biru.

Ia menjelaskan, reses menjadi ruang penting untuk mendengar langsung masukan dan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan.

“Saya diberi amanah untuk ketiga kalinya. Dari lima caleg provinsi yang bertetangga, hanya saya yang terpilih. Ternyata suara saya di Tampumia Radda cukup besar,” ungkapnya.

Fadriaty juga menyinggung kondisi APBD 2026 yang mengalami efisiensi akibat kebijakan pemerintah pusat. Dana Alokasi Khusus kini lebih diarahkan untuk program prioritas nasional, seperti makan bergizi gratis dan koperasi Merah Putih.

“Dampaknya, anggaran desa ikut berkurang. Ada desa yang sebelumnya menerima hingga Rp1 miliar, kini tinggal sekitar Rp300 juta. Bahkan ada yang dari Rp800 juta turun menjadi Rp200 juta,” jelasnya.

Dia berharap program makan bergizi gratis dapat berjalan maksimal meski menyerap anggaran besar. Ia menyebut, APBD Provinsi Sulawesi Selatan tahun ini sebesar Rp1,2 triliun diputuskan oleh pemerintah pusat, sehingga program prioritas gubernur menjadi penyesuaian utama, termasuk pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.

Selain itu, Fadriaty menyampaikan keberhasilan perjuangan bantuan keuangan provinsi untuk pembangunan jembatan Walmas senilai Rp2,5 miliar yang kini telah rampung. Bantuan tersebut juga mencakup normalisasi Sungai Suli.

“Saya di Suli selalu menghadapi banjir. Pekerjaan sungai baru sekitar lima kilometer yang dikerjakan,” paparnya.

Secara keseluruhan, anggaran pembangunan di empat kabupaten/kota mencapai sekitar Rp20 miliar. Namun, ia menegaskan kepada gubernur bahwa wilayah Luwu Raya merupakan kawasan prioritas yang masih sangat membutuhkan perhatian pembangunan, khususnya di Kabupaten Luwu. (shd)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Sesi 1 Melemah ke 8.289, Rupiah Semakin Tertekan Nyaris Rp 17.000/Dolar AS
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Janji Bakal Ganti Rugi, Terungkap Sosok Pengemudi yang Tabrak Rumah Jusuf Kalla
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Revisi UU Keuangan Haji: Baleg DPR RI Tekankan Tata Kelola Profesional BPKH
• 2 jam laluharianfajar
thumb
215 Ribu Jamaah Haji RI akan Disuplai Beras Bulog
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo di Washington Klaim Program MBG Beri Return hingga 35 Kali Lipat, Investasi Terbaik untuk Anak
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.